Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Di Sumber Cakarwesi Tosaren Kota Kediri Banyak Pepohonan Berusia Ratusan Tahun

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 25 Juli 2023 | 16:50 WIB

 

JERNIH: Pengunjung bermain di kolam Sumber Cakarwesi yang hingga kini masih terawat.
JERNIH: Pengunjung bermain di kolam Sumber Cakarwesi yang hingga kini masih terawat.

Lokasinya di tengah kota. Dihiasi pohon-pohon besar yang usianya ratusan tahun. Membuat sumber ini seperti hutan belantara.

Namanya Sumber Cakarwesi, sesuai dengan tempatnya yang ada di Lingkungan Cakarwesi. Masuk wilayah Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Sangat dekat dengan pusat kota.

Area sumber ini tergolong luas. Hampir satu hektare. Mata airnya pun memancar dengan deras. Tergolong sumber dengan debit air yang besar di Kota Kediri. Airnya pun terus mengalir meskipun di musim kemarau.

“Airnya untuk pengairan sawah. Alirannya terus sampai (Kelurahan) Ngronggo,” terang Pujiono. Pria ini adalah salah seorang pengelola Sumber Cakarwesi.

Bahkan, guna menunjang suplai air untuk irigasi, warga sekitar juga membangun satu sumur buatan. Letaknya di dekat mata air. Tujuannya –jika dibutuhkan—volume air bisa ditingkatkan hingga mampu mencapai area pertanian.

Sumur air itu dibangun hanya berjarak sekitar lima meter dari mata air utama. Bangunan bercat hijau dengan ukuran sekitar dua meter persegi bertujuan untuk melindungi sumur air. Ketika musim hujan –atau saat debit air meningkat—secara otomatis air akan mengalir melalui saluran hingga menuju mata air.

“Dulu selesai dibangun sekitar tahun 2008,” ujar juru kunci Sumber Cakarwesi Boiran.

“Setelah jatuh ke mata air, langsung ngalir ke sana,” timpal Pujiono sembari menunjuk saluran atau parit yang membawa air hingga ke area persawahan.

Setidaknya ada satu titik mata air utama. Yang hingga kini kerap dijadikan tempat berenang pengunjung. Namun demikian, belik-belik air banyak bermunculan sepanjang aliran air. Itu juga yang kata Pujiono jadi salah satu keunggulan Sumber Cakarwesi. Areanya luas dengan sediaan mata air yang melimpah.

Tak jauh dari mata air utama, dibangun sebuah bendungan. Bendungan itu berada di perbatasan antara sumber dengan saluran atau parit air. Di sana, masyarakat sekitar masih banyak yang melakukan aktivitas sehari-hari. Seperti mandi dan mencuci pakaian.

“Setiap hari masih banyak yang cuci-cuci di sini. Cuma sayang yang sini ambrol terkikis air,” terang Pujiono menunjuk salah satu tepi bendungan yang rusak. Akibatnya, air tidak bisa terbendung maksimal.

Melalui pengelola kawasan Sumber Cakarwesi yang menamai kelompoknya sebagai Paguyuban Gerakan Ramah Lingkungan (Garangan), beberapa aspek pengelolaan yang mengarah ke wisata sudah mulai dilaksanakan. Termasuk menambah wahana permainan anak-anak di sana.

“Dulu ada dana dari pokmas (kelompok masyarakat, Red) untuk kursi-kursi, wahana permainan anak, taman, sama kita bangunkan kamar mandi,” bebernya.

Didapuk sebagai salah satu ruang terbuka hijau, suasana rindang dan sejuk jadi daya tarik Cakarwesi. Banyak pengunjung yang bahkan datang ke sana sekedar untuk bersantai di bawah pohon-pohon. Sayang, titik mata air masih jauh dari pengembangan. Belum ada bangunan pengaman di sekitar mata air itu.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#wisata sumber air #SUMBER #Air SUmber Terlindungi #sumber air