Kabupaten Kediri memililiki banyak peninggalan bersejarah dari zaman kerajaan. Salah satunya arca Totok Kerot yang berlokasi di Kecamatan Pagu. Sebagai tempat wisata, pengunjung juga dapat belajar sejarah di sana.
Arca Totok Kerot merupakan prasasti zaman Raja Sri Aji di Lodaya, Kerajaan Pamenang. Konon, dulu terdapat putri cantik dari Blitar. Waktu itu, sang putri datang ke Pamenang dengan maksud melamar Jayabaya yang sangat tersohor kedigdayaannya. Namun sayang, Jayabaya menolak.
Jika penasaran dengan cerita tersebut, dapat mengunjungi tempat wisata Totok Kerot yang tidak jauh dari monumen Simpang Lima Gumul (SLG), Ngasem. Dengan jarak sekitar 2,5 kilometer, pengunjung akan bertemu dengan arca setinggi kurang lebih dua meter.
Sesuai namanya, taman ini merupakan lokasi patung Totok Kerot. Satu patung dwarapala peninggalan zaman Kerajaan Kadiri. Patung ini berupa raksasa dengan posisi duduk.
Sebelum diperluas dengan taman, dulu lokasi ini hanya jadi tempat patung Totok Kerot berpagar keliling. Namun, kini Taman Totok Kerot memiliki luas 4.500 meter persegi. Dilengkapi beberapa fasilitas. Menjadi daya tarik utama adalah air mancur menari. Juga dilengkapi play ground, bangku taman, dan fasilitas penunjang seperti toilet.
Meskipun ada penambahan fasilitas, ikon tempat ini tetap arca tersebut. Arca Totok Kerot masih berhubungan erat dengan sosok Raja Sri Aji Jayabaya, Arca ini merupakan bukti kesaktianya yang diyakini tercipta sebagai akibat dari sabda yang dikeluarkan oleh sang raja.
"Seperti yang dilihat arca adalah wujud yang menyerupai buto atau raksasa perempuan ia memiliki rambut yang terurai," jelas Kasi Museum dan Purbakala Disparbud Kabupaten Kediri Eko Priyanto.
Dia menjelaskan bahwa arca ini posisinya duduk jongkok satu kaki tegak, matanya melotot, mengenakan mahkota dan sebuah kalung berbandul tengkorak dan satu lengan sebelah kiri putus.
Objek wisata yang satu ini memiliki nilai sejarah yang sangat menarik untuk ditelusuri. Jadi, sangat sayang jika berada di Kediri tapi tidak menyempatkan untuk berkunjung ke objek wisata Arca Totok Kerot.
"Konon, dulu terdapat seorang putri cantik dari Blitar yang datang ke Pamenang untuk melamar Raja Jayabaya. Namun sayangnya, sang raja menolak lamaran tersebut," ujarnya menceritakan legenda yang beredar di masyarakat.
Karena peristiwa tersebut akhirnya terjadilah pertempuran hebat di antara keduanya. Sang putri kalah dari pertempuran itu, akhirnya Raja Jayabaya memberikan kutukan. Dan berubahlah ia menjadi wanita raksasa berbentuk Dwarapala. Patung tersebutlah yang kini dikenal dengan arca Totok Kerot.
"Jadi bila ke sini selain berwisata, pengunjung juga mengetahui tentang sejarah," kata Eko.
Lokasi ini sering menjadi destinasi kunjungan anak-anak sekolah. Selain mengetahui jejak sejarah di Kediri, pengunjung bisa mengabadikan foto bersama sahabat ataupun keluarga. Namun untuk berfoto, pengunjung dilarang menyentuh arca. Di sekitar patung juga telah dipagari besi. Tujuannya untuk keamanan arca Totok Kerot.
Tetapi jangan khawatir. Banyak spot foto yang bisa didapatkan di tempat ini. Yang membuat foto jadi terlihat keren dengan latar belakang kisah sejarah. Jam buka objek wisata ini mulai pagi hingga malam. Kamu akan dikenakan tarif Rp 2000 untuk memasuki area Arca Totok Kerot.
Semua tarif tersebut akan digunakan untuk merawat dan mengelola, baik lingkungan ataupun arca. Jika kamu ingin berkunjung ke sini pada hari libur, ada baiknya untuk datang ke sini lebih pagi. Karena objek wisata ini akan ramai dengan para pengunjung pada hari libur.
Tambah Fasilitas dan Ragam Tanaman Hias
Setelah diperluas, beberapa fasilitas ditambahkan di taman arca Totok Kerot. Objek wisata ini juga memiliki fasilitas penunjang yang cukup baik jika dibandingkan tempat rekreasi lainnya.
Fasilitas-fasilitas tersebut bertujuan agar para wisatawan merasa nyaman ketika berkunjung ke objek wisata ini. “Dulu hanya ada arca saja, sekarang ada fasilitas lainnya,” ujar Devin, salah satu pengunjung taman itu.
Fasilitas yang dimaksud, selain tempat parkir juga toilet hingga tempat ibadah berupa musala. Karena itu, saat ingin pengunjung ingin buang air kecil atau salat tidak perlu jauh-jauh pergi ke luar area wisata.
“Di beberapa sudut taman juga ada tempat duduknya, jadi bisa duduk-duduk di sana,” imbuhnya. Selain bangku taman, juga dilengkapi playground dan air mancur menari. Dua fasilitas ini sangat disukai oleh pengunjung anak-anak.
Taman Arca Totok Kerot juga semakin diperindah dengan berbagai tanaman hias di sana. Selain pohon ketepeng, juga terdapat pohon kapas kuning. Setiap mekar, ukuran bunganya besar berwarna kuning.
Saking besarnya, banyak pengunjung mengira bahwa bunga tersebut adalah buatan. Biasanya bunga dengan nama lain cochlosperum regium ini berbunga saat musim kemarau, seperti bunga tabebuya.
Selain sebagai tempat wisata, banyak acara yang diadakan di sana. Salah satunya adalah peringatan hari lingkungan hidup hingga Rumbling City yang pertengahan Juli lalu diadakan Jawa Pos Radar Kediri.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.