Sumber Bulus tidak hanya menjadi sarana pengairan dan tempat wisata saja. Airnya yang jernih ini sering diambil warga untuk kelengkapan berbagai ritual.
Warga yang mengambil air di Sumber Bulus berasal dari berbagai daerah. Peruntukannya pun beragam. Membawa botol dan jeriken, pengunjung biasanya izin lebih dulu kepada Sri Rejeki, penjaga sumber. “Asal izin, siapapun boleh mengambil air (untuk ritual, Red),” kata perempuan yang akrab disapa Mbah Sri tersebut.
Suasana Sumber Bulus yang asri, lengkap dengan pohon-pohon besar di sekitarnya, sering membuat pengunjung betah berada di sana. Selain mengambil air untuk ritual, biasanya mengunjung menghabiskan waktu selama beberapa saat di sana. Mulai sekadar duduk-duduk untuk menikmati udara segar dan aktivitas lainnya.
Beberapa pohon Keduh berukuran raksasa yang dipasangi kain kotak-kotak hitam putih juga jadi daya Tarik sendiri. “Ada tiga pohon Keduh dan pohon Beringin besar yang sudah tua,” lanjut Mbah Sri.
Terkait keberadaan tatakan semen yang menyerupai tempat pemujaan, menurut Mbah Sri bangunan itu bisa dimanfaatkan untuk beberapa hal. Termasuk untuk meletakkan dupa bagi orang yang ingin bertapa di sana. “Sura (1 Sura, Red) kemarin lumayan banyak yang datang,” tutur Mbah Sri tentang kedatangan orang yang membawa botol untuk mengambil air di Sumber Bulus.
Jika di bulan Muharram ini pengunjung di Sumber Bulus relatif lebih ramai dibanding hari biasa, jumlahnya tergolong menyusut dibanding sebelum pandemi Covid-19. Jumlah pengunjung yang berwisata maupun yang sekadar mengambil air untuk ritual, jauh lebih sedikit.
Hal tersebut menurut Mbah Sri karena beberapa hal. Di antaranya, karena sekarang banyak bermunculakn tempat wisata air yang modern dan lebih memikat. “Mungkin lari ke sana semua. Kalau di sini kan keunggulannya murah dan airnya alami. Tapi ya tetap setelah pandemi ini menurun,” paparnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah