Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Benarkah Air di Sumber Banteng Kota Kediri Punya Khasiat? Ini Kata Pokdarwis

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 17 Juli 2023 | 18:41 WIB

 

DIALIHKAN: Aliran air dari Sumber Towo sementara dialihkan karena proses pembangunan.
DIALIHKAN: Aliran air dari Sumber Towo sementara dialihkan karena proses pembangunan.

Masih
di kawasan Sumber Banteng, ada titik mata air yang didatangi hanya untuk mengonsumsi langsung. Konon, punya beberapa khasiat. Pertanyaannya, amankah tindakan warga itu?

Titik mata air yang banyak dikonsumsi langsung oleh warga itu adalah Sumber Towo. Sesuai namanya, air dari tempat ini juga dipercaya memiliki khasiat khusus. Tentu saja hal itu belum dibuktikan secara klinis. Hanya berdasarkan kepercayaan sebagian orang yang kemudian menyebar dari mulut ke mulut.

“Mereka yang mempercayai itu sering datang ke sini,” aku Darsono, ketua Pokdarwis Sumber Banteng.

Meskipun ada yang mempercayai seperti itu Darsono tak  mau gegabah. Dia tak ingin ada akibat lain dari kebiasaan meminum langsung air dari sumbernya itu. Karena itulah penelitian mutu air telah dilakukan hingga beberapa kali. Termasuk dari aktivis lingkungan Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton).

“Penelitian terakhir hasilnya memang aman untuk dikonsumsi langsung,” tandasnya.

Sulis, juga anggota pokdarwis, menguatkan hal itu. Dia yang sering mengonsumsi dari sumber ini menyebut rasanya tak berbeda dengan air minum dalam kemasan.

“Bahkan lebih segar,” akunya.

Pengelola Sumber Banteng pun mempersilakan siapa saja yang ingin mengambil air dari Sumber Towo. Terlepas apa tujuannya dan apa harapannya. “Ada yang jauh-jauh dari Madiun, dari Tulungagung juga ada. Ada yang cuma bawa botol kecil. Terus tanya, boleh to ngambil banyak? Besoknya bawa jerigen,” kelakar Sulis.

Sementara itu, aktivis lingkungan Ecoton Firly Mas’ulatul Janah memaparkan, untuk memenuhi syarat sebagai air baku air minum atau yang peruntukannya sama dengan itu, salah satu indikatornya adalah kadar total dissolved solid (TDS) atau padatan terlarutnya tak lebih dari 500 ppm. Standar itu menurut Firly mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Pada waktu pengujian kualitas air Desember (2022, Red) lalu, TDS-nya Sumber Towo 270-280. Itu masih di bawah baku mutu kalau untuk kelas satu,” papar Firly.

Artinya, dari hasil pengujian sejumlah parameter saja, air dinyatakan memenuhi syarat jika diklasifikasikan sebagai air baku air minum. Hanya saja, terkait apakah air terbilang aman jika dikonsumsi langsung tanpa pemrosesan, Firly belum dapat memastikan.

“Masih perlu pengujian multiparameter lebih jauh. Termasuk klaim bisa menyembuhkan penyakit, itu juga perlu diuji lagi,” tambahnya.

Perempuan asal Jombang ini menambahkan, penelitian multiparameter itu juga harus mencakup ekosistem dan aktivitas manusia di sekitar mata air. Itu dilakukan dengan pemantauan di sekitar mata air. “Seperti di sana ada aktivitas pertanian atau tidak. Karena kualitasnya jelas tetap berbeda dengan mata air yang berada di hutan, misalnya. Karena di sana minim aktivitas kimia,” pungkasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah