Latihan keras jadi makanan sehari-harinya. Jatuh dari sepeda pun sering dia rasakan. Motivasinya ingin meraih medali emas yang selalu membuatnya bangkit dan bangkit lagi.
Eno Mareta Ochienawan sumringah. Dia menunjukkan dua medalinya. Medali perak dan perunggu yang berhasil ia menangkan dari Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Balap Sepeda yang diselenggarakan oleh Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jatim. Dia berhasil naik podium di dua nomor perlombaan sekaligus. Yakni individual road race (IRR) dan criterium. Semuanya di kelas women pra-youth usia 13-14 tahun.
Usianya memang masih belia. Hobinya balap sepeda terbilang baru. Baru dia geluti dua tahun yang lalu. Ketika dia baru lulus dari bangku sekolah dasar. Salah seorang kerabatnya yang mengenalkannya dengan balap sepeda. Kerabat yang juga seorang pegiat balap sepeda.
Baca Juga: Demi Putus Rekor Buruk di Pekan Pertama, Persik Ingin Kalahkan Borneo FC
“Saya di rumah juga nggak ngapa-ngapain. Lagi cari kesibukan, jadi ikut latihan,” ucapnya sembari tertawa malu. Sambil mengenang pertama kalinya dia mengenal olahraga balap sepeda.
Eno nampak malu-malu menceritakan kisahnya. Siswa kelas 8 di SMP Negeri 5 Kediri ini sekilas terlihat kalem. Namun bisa dipastikan, semangatnya saat sudah menaiki sepeda tak bisa diragukan. Bukan main, kategori balap sepeda gunung atau MTB race paling dia sukai. Yang menurutnya, sangat menantang.
“Kalau cross country itu di gunung. Jadi lewat jalur tanah, dan turunannya juga batu-batuan,” ujarnya menceritakan salah satu cabang olahraga balap sepeda favoritnya.
Dengan medan yang berbatu, tak jarang ia jatuh dari sepedanya. Seperti saat salah melintas atau tidak bisa mengendalikan laju sepeda ketika melewati turunan tajam. Tiap kali terjatuh, ia punya cara sendiri untuk mengembalikan semangatnya.
“Bilang ke diri sendiri sudah lama latihan, masa kayak gini doang menyerah?” ujarnya sembari bilang ia tak kapok tiap hari jatuh dari sepeda.
Baca Juga: Menjelang Subuh, Lahan Tebu Hangus Terbakar
Diakuinya, kemenangannya di perlombaan yang digelar di Kota Probolinggo selama 24-25 Juni 2023 lalu itu baru awal. Masih banyak target yang harus dicapainya. Yang kini juga terus memotivasinya untuk tak malas berlatih.
Sebab, tak mudah berlatih sebagai atlet. Meski ia merupakan atlet balap sepeda, tetap harus melakukan latihan-latihan fisik yang beragam. Itu harus konsisten tiap hari.
“Latihan terus tiap hari selain Jumat yang untuk recovery. Senin latihan beban, Selasa strenght, Rabu agility, Kamis nge-road, Sabtu dan Minggu juga nge-road,” terangnya, menjabarkan padatnya jadwal latihan yang harus dilakukan tiap hari.
Rasa lelah dan malas ia akui sering menghambatnya. Namun ada satu hal yang terus ia jadikan pengingat. Pengingat untuk terus berlatih dan mengayuh sepedanya.
“Saya ingin dapat (medali) emas,” tandasnya.
Anak pertama dari pasangan Onnie Ochienawan dan Susilowati ini pun kembali bersemangat saat teringat impian itu. Ia yakin bisa mendapat juara satu di perlombaan-perlombaan yang belum dijajalnya.
Baca Juga: Bocah SD Hanyut di Papar, Ditemukan di Jombang, Begini Kondisinya!
“Di porprov (pekan olahraga provinsi, Red) September nanti, saya pengen dapat emas di kategori XC (cross-country, Red),” harap remaja putri yang juga pernah menggeluti taekwondo itu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah