Saat gejala GERD muncul, perlu dilakukan pemeriksaan. Karena gejalanya hampir sama dengan penyakit lain, seperti paru-paru dan jantung. Dokter yang menangani akan melakukan berbagai pemeriksaan untuk menyingkirkan penyebab selain GERD.
“Entah nantinya dilakukan pemeriksaan thorax, pemeriksaan laboratorium, rekam jantung, dan pemeriksaan lainnya untuk memastikan bahwa murni terkena GERD,” terang Dokter Penyakit Dalam RSUD Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri Ellisma Swandini.
Jika hasil pemeriksaan orang tersebut benar terkena GERD, perlu dilihat dulu apakah memiliki gejala alarm, seperti perasaan susah dan sulit menelan, berat badan turun dengan cepat, muntah atau berak hitam, atau usia lebih dari 40 tahun.
“Maka perlu dilakukan pemeriksaan endoskopi,” imbuhnya.
Jika seseorang benar terkena GERD, saat dilakukan endoskopi bagian permukaan kerongkongan akan terlihat meradang. Namun jika pasien tersebut tidak memiliki alarm bahaya, maka dokter akan meresepkan obat-obatan untuk menurunkan asam lambung selama satu minggu.
Jika pengobatan dalam satu minggu ini direspon baik. Maka pengobatan akan dilanjutkan pengobatan selama delapan minggu. Pengobatan GERD rupanya tidak cukup hanya dengan mengkonsumsi obat-obatan saja. “Kita harus mengubah gaya hidup,” kata Ellisma.
Gaya hidup yang diubah adalah harus menurunkan berat badan. Di mana paling tidak memiliki berat badan yang ideal. Kemudian yang kedua berhenti merokok dan mengkonsumsi alkohol. Dan yang ketiga adalah kebiasan tidur.
Saat sedang tidur usahakan untuk kepala lebih tinggi 12 hingga 13 sentimeter.
Dengan kondisi tersebut, tidak mudah mengalami refluks. Dan kemudian yang keempat adalah modifikasi diet, dengan cara menghindari makanan yang dapat merangsang meningkatnya asam lambung.
Makanan yang merangsang meningkatnya asam lambung adalah makanan pedas, berminyak, bersantan, buah yang terlalu asam, kopi, teh, dan coklat. “Usahakan saat makan jangan terlalu kenyang, makanya sedikit-sedikit namun sering,” ujar Ellisma.
Dan saat sedang makan, usahakan tidak dilakukan tiga jam sebelum tidur. Sebab jika makan saat menjelang tidur, nantinya akan mudah mengalami refluks. Namun jika sudah tiga jam, setidaknya isi makanan dalam lambung ini sudah turun.
Tidak hanya itu, yang paling penting adalah mengelola stres. Sebab saat seseorang mengalami stres, akan mengaktifkan persepsi nyeri pada tubuh. Sehingga tubuh akan lebih sensitif, dan saat kadar asam lambung naik sedikit tubuh akan mempersepsikan nyeri. Selain itu stres ini juga dapat melemahkan lapisan pelindung lambung. Sehingga penderita GERD diharapkan untuk mengelola stresnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah