Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah Kisah Suparno, Mantan Bek Persedikab di Era 2000 - 2005

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 26 Juni 2023 | 17:06 WIB

SERIUS: Suparno mengamati anak didiknya saat berlatih sepak bola di lapangan Pemkab Kediri Kamis (22/6). Mantan bek Persedikab ini berbagi ilmu kepada anak-anak PNS di Pemkab Kediri.
SERIUS: Suparno mengamati anak didiknya saat berlatih sepak bola di lapangan Pemkab Kediri Kamis (22/6). Mantan bek Persedikab ini berbagi ilmu kepada anak-anak PNS di Pemkab Kediri.

Suparno menjadi seorang PNS karena sepak bola. Wajar bila kecintaannya pada olahraga ini sangat besar. Hasratnya kini adalah menularkan ilmunya pada bocah-bocah, terutama anak ASN.

Kamis sore (22/6) di lapangan Pemkab Kediri. Tujuh bocah tengah serius berlatih sepak bola. Usianya terlihat beragam. Setidaknya berdasar pada postur mereka yang juga berbeda-beda.
Bukan hanya posturnya saja yang berbeda, kostum yang dikenakan pun tidak seragam. Menyiratkan kemajemukan asal para bocah itu.

Di antara para bocah yang berlatih bola itu, ada satu sosok yang sigap memberikan instruksi. Yang melihat pasti mengira sosok itu sebagai pelatih. Dan, memang benar. Lelaki itu adalah Suparno, pelatih bagi para bocah-bocah itu.

Baca Juga: Pencari PIN PPDB SMA/SMK Kota Kediri Ada 18 Ribu, Ternyata Cuma Segini Pagu yang Diperebutkan

Perawakan sang pelatih sangat mencolok. Kostum yang dikenakan juga menyita perhatian. Sepatu sepak bolanya warna hitam. Senada dengan celana pendek yang dikenakan. Sedangkan kaos kaki merah panjang membalut mulai ujung jari hingga lutut.

Lucunya, kaos yang dipakai Suparno bukan jersey sepak bola. Melainkan kaos komunitas trail adventure. Dengan corak yang berwarna-warni. Ditambah dengan lengannya yang panjang. Sekilas mirip jersey penjaga gawang medio 90-an.

Suparno sangat intens dalam memberikan instruksi. Setiap gerakan yang dilakukan anak asuhnya tak luput dari pengawasannya. Tak jarang dia berteriak untuk mengingatkan atau memberikan semangat.

Baca Juga: KPU Kota Kediri Coret Nama yang Dinyatakan TMS, Ini Jumlahnya

“Ayo yang benar menggiring bola. Nah, seperti itu,” teriak Suparno sembari terus memerhatikan gerakan si bocah.

Pria 39 tahun tersebut tidak asal berteriak. Tidak pula ngawur dalam memberikan arahan. Suparno memang tercatat sebagai aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Kediri. Namun, jauh sebelum itu dia merupakan seorang pesepak bola profesional. Dia merupakan mantan pemain Persedikab Kediri era 2000-2005 silam.

Pria berdomisili di Desa/Kecamatan Gurah ini dulunya berposisi sebagai seorang stopper. Sekarang, istilah ini mungkin sudah jarang digunakan. Terutama pada era sepak bola modern. Sebuah posisi yang kini lebih sering dikenal dengan istilah bek tengah.

Baca Juga: Ini Alasan Manajemen Persik Kediri Merekrut Gunawan Dwi Cahyo

Suparno sangat mencintai si kulit bulat. Sedari kecil, dia sudah dikenalkan dengan olahraga tersebut. Dia merasa memiliki kedekatan tersendiri dengan sepak bola. Bahkan, dia bisa menjadi ASN seperti sekarang ini juga karena tuah olahraga sejuta umat ini.

Atas dasar kecintaan ini pula, dia akhirnya sering berbagi ilmu yang dimiliki tentang si kulit bulat. Kebetulan, beberapa ASN di Pemkab Kediri juga memasrahkan anak-anaknya dilatih oleh Suparno. Salah satunya Kabag Umum Pemkab Kediri Mustika Prayitno Adi.
“Kebetulan anaknya Pak Mustika juga ingin berlatih sepak bola. Jadi saya latih sekalian,” tutur ayah satu anak tersebut.

Karena anak didiknya tidak sebanyak sekolah sepak bola (SSB), pendekatan yang digunakan Suparno selayaknya pelatihan privat. Utamanya, dia mengajarkan teknik dan dasar bermain sepak bola. Mulai dari dribbling, passing, dan shooting. Baginya, ketiga hal tersebut adalah fondasi dari seorang pesepak bola.

Baca Juga: Kepincut Karaoke, Bojo Dilalekne

Oleh karena itu, dia selalu menekankan ketiga poin latihan tersebut dalam setiap sesi pertemuan. Suparno memilih hari Selasa dan Kamis sebagai waktu berlatih mereka. Setiap sore, seusai tugas-tugasnya sebagai ASN rampung dikerjakan. Dia langsung berubah peran. Dari abdi negara menjadi pelatih sepak bola.

Pria yang rumahnya di belakang Kantor Pos Gurah ini mengaku bahwa aktivitas yang dijalaninya ini masih seumur jagung. Namun, dia memiliki harapan yang besar kepada anak-anak yang dilatihnya tersebut. Setidaknya, bisa dilirik SSB atau klub junior.
“Kalau bisa lebih sukses dari pelatihnya justru semakin bagus. Itulah kebanggaan sebagai pelatih,” tegas Suparno.

Meskipun berlabel latihan privat, namun dia tidak mematok bayaran tertentu. Terlebih, mayoritas anak asuhnya merupakan anak dari ASN Pemkab Kediri juga. Tidak hanya itu, Suparno juga menganggap apa yang sedang digelutinya kini merupakan balas budi. Dia merasa dibesarkan oleh sepak bola. Sehingga kini dia ganti yang menghidupi sepak bola.
“Nanti biar ganti diteruskan anak-anak ini. Jadi seperti mata rantai yang pernah putus,” tandasnya.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kabupaten kediri #persedikab #sepakbola #Suparno