Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Melihat Aktivitas Sedekah Rosok di Desa Kwadungan, Kecamatan Ngasem

Habibaham Anisa Muktiara • Jumat, 23 Juni 2023 | 17:18 WIB
sedekah rosok
sedekah rosok

Dalam sekali keliling, satu pikap barang bekas bisa didapat. Setelah dipilah, barang-barang itupun dijadikan rupiah. Hasilnya, bisa menopang kegiatan-kegiatan warga desa.

Pagi itu, satu mobil pikap berjalan pelan menelusuri jalanan di Desa Kwadungan, desa yang terletak di Kecamatan Ngasem. Diiringi alunan lagu dangdut remix yang volumenya disetel kencang. Di sela-sela bunyi lagu, ada suara ajakan yang keluar dari pengeras suara yang terpasang di mobil Daihatsu Zebra tersebut.

“Mangga (mari, Red) yang mau sedekah rosok. Barang sepele manfaate selawase (benda tak berguna manfaatnya selamanya, Red),” bunyi suara dari pengeras bermerek TOA itu.
Ya, mobil itu milik kelompok yang menamakan sebagai Gerakan Sedekah Rosok. Setiap satu bulan sekali, di tiap hari pasaran PON, mereka berkeliling di Desa Kwadungan. Meminta warga yang punya barang bekas untuk disumbangkan.

Baca Juga: Disnaker Buka Lapangan Kerja dengan Pelatihan Menjahit

Sambutan warga pun hangat. Ketika terdengar suara permintaan itu sebagian besar warga keluar rumah. Menenteng karung yang isinya barang tak terpakai. Kebanyakan adalah sisa-sisa kemasan dari plastik. Tapi, takjarang peralatan elektronik yang sudah rusak. Tak pelak, setiap usai berkeliling bak pikap selalu terisi penuh.

Nama kelompok tersebut adalah ‘Sedekah Rosok PRNU Desa Kwadungan’. Terbentuknya atas inisiatif warga. “Intinya untuk membantu kemandirian ekonomi,” kata Kepala Desa Kwadungan Abdul Kamid.

Berdirinya baru empat bulan lalu. Berawal dari seringnya ada tarikan donasi ketika warga menggelar kegiatan.

Baca Juga: Verifikasi Jalur Afirmasi PPDB, Sekolah Coret yang Rumahnya Bagus

Kamid mengaku mendukung program yang diketuai Koriful Mujib ini, yang juga penggagas pertama. Segera saja ide itu disosialisasikan.

“Kami musyawarahkan dulu. Motivasi utama adalah menjaga kebersihan desa,” lanjut sang kades.
Di Desa Kwadungan memang minim tempat pembuangan sampah. Menjadikan wajah desa terlihat kotor. Tak hanya di pinggir jalan, sampah juga berserakan di sungai. Ditambah lagi, sering kali ada pengendara yang melintas membuang kresek di jalanan desa. Isinya, sampah-sampah rumah tangga.

“Kami kemudian berpikir, bagaimana mengubah masalah sampah itu menjadi berkah,” terang Kamid.
Akhirnya, munculah ide program sedekah barang rosok. Mengumpulkan barang bekas dari warga dan kemudian dijual agar menjadi uang.

Baca Juga: Gagal Kabur, Pencuri Rumah di Papar Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Sebagai ketua kelompok, Mujib beserta dengan anggota lainnya seperti Waluyo, Masudi, Sandi, A'an, Topik, Nur Rofiq, Fatah, Sodiq, Yusuf, Awik, Dwi, Didik, Soli, Gito, Arif, Rohman, hingga Kabid berkeliling setiap sebulan sekali. Setelah terkumpul, barang dibawa untuk dipilah.

“Karena belum ada tempat, sementara pakai rumah saya dulu,” ujar Mujib.
Di rumah Mujib, barang dikelompokkan. Agar menaikkan nilai jual. Karena bila bercampur harga bisa murah.

“Paling tinggi itu harga barang elektronik yang masih lengkap mesinnya,” tuturnya.
Waktu berkeliling kelompok ini memang sebulan sekali. Alasannya, agar tak terlalu menyita waktu para relawannya. Juga, agar warga bisa mengumpulkan barang bekas dengan jumlah lumayan.

“Tapi bila barang bekas di rumah sudah banyak dan belum waktunya keliling, warga bisa menghubungi anggota kelompok,” tutur Mujib.
Berapa hasil setiap bulan? “Ya bergantung harga dan jumlah. Karena harga barang bekas juga fluktuatif,” terangnya.

Yang pasti, semua rosok itu disetor ke pengepul. Jika stok pengepul penuh, harga pun bisa turun. Demikian pula sebaliknya. Selama ini, pendapatan paling tinggi adalah Rp 3,3 juta sekali jalan.

Uang itu akhirnya digunakan untuk banyak kegiatan warga. Seperti santunan anak yatim, sumbangan duka, hingga penanaman pohon.

Ke depan, Mujib punya angan-angan. Mereka bikin pengolahan sampah. Seperti membuat bijih plastik recycle alias dari sampah plastik. Agar harga jualnya lebih tinggi lagi.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#sedekah rosok #kecamatan ngasem #sedekah