KAREN WIBI, Kota, JP Radar Kediri
Namanya relatif panjang dan tak gampang dieja, Aura Avryla Berhenyta Syifa. Menyiratkan potensi prestasi panjang yang akan dia raih dalam cabang olahraga yang dia tekuni, biliar. Hal yang tak muskil terwujud bila melihat catatan prestasinya yang terkini.
Ya, ketika terjun di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2022 silam, gadis yang karib disapa Aura ini menorehkan prestasi mondial. Meraih dua medali sekaligus, emas dan perak. Padahal itu adalah even pertamanya selama berkarir.
“Saya (sebenarnya) sudah berlatih biliar sejak kelas 5 SD. Tapi baru berani ikut porprov tahun kemarin,” ujar perempuan kelas 11 SMAN 8 Kota Kediri ini.
Ya, Aura ibarat barang langka di Kota Kediri. Dia adalah satu-satunya atlet biliar perempuan. Bila berlatih akan menjadi pusat perhatian di antara puluhan atlet lainnya yang semuanya laki-laki.
Setiap gerak-geriknya gampang jadi pusat perhatian. Seperti ketika dia hendak menyodok bola. Tatapan matanya tajam. Mencari celah agar bola yang dia incar bisa masuk terdorong bola putih yang dia sodok.
Sembari menggosok-gosok ujung stick, gadis itu mondar-mandir sebentar di tepi meja. Setelah menemukan celah yang pas, perempuan asal Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren membungkuk. Mengarahkan ujung stick ke arah bola yang dituju.
Cetakkk.... Satu bola berwarna merah langsung masuk ke lubang di sudut meja. Sedetik kemudian, matanya langsung mengawasi arah berhentinya bola. Setelah berhenti, Aura mengulangi untuk mencari celah untuk memasukkan bola lainnya.
“Kenal biliar pertama kali dari ayah,” cetus gadis ini sambil kembali menggosok ujung tongkat.
Ya, perkenalan Aura dengan bola sodok memang dari I Wayan Bernisce, sang ayah. Saat itu dia masih duduk di kelas lima sekolah dasar (SD). Namun dia sudah sering ikut sang ayah bermain biliar. Lama-kelamaan Aura menjadi tertarik.
Aura pun minta sang ayah untuk mengajari. Yang langsung dituruti oleh Wayan. Sang ayah memang telah melihat Aura tertarik di dunia biliar lalu. Dengan telaten dia mengajari sang anak dari teknik yang paling dasar.
Sang ayah melihat bakat anaknya sangat besar. Dia kemudian kian intensif melatih. Siapa tahu nanti jadi atlet, demikian pikir sang ayah saat itu.
Harapan sang ayah terwujud. Pada 2022, Aura memberanikan diri ikut Porporv Jatim. Di tahun pertamanya tu, Aura mengaku tegang.
“Namanya pertama kali ikut porprov pasti deg-degan. Apalagi beberapa jam sebelum tanding,” kenang gadis 16 tahun itu.
Hebatnya, kali pertama ikut Porprov Aura langsung mendapat medali emas. Yaitu di kategori single putri dengan sembilan bola. Kemudian juga meraih medali perak di nomor single putri dengan 10 bola.
“Pertama kali ikut dan langsung dapat medali emas itu luar biasa menyenangkan,” ungkapnya.
Dengan modal dua medali yang pernah dia raih, Aura akan kembali ikut Porporv Jatim di tahun 2023. Dengan target untuk mendapat medali emas lebih banyak dari tahun sebelumnya.
“Nanti medalinya bisa buat tiket masuk ke universitas yang sudah saya incar yaitu di Universitas Brawijaya,” tegasnya.
Untuk mempersiapkan itu, Aura hampir setiap hari berlatih. Mulai Senin hingga Jumat. Dengan waktu latihan minimal dua jam sehari.
“Semoga nanti bisa menang lagi dan dapat mengharumkan nama Kota Kediri,” harapnya, sembari menutup percakapan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah