Iguana adalah hewan yang masih satu marga dengan kadal. Hewan satu ini asalnya hidup di daerah tropis. Meski dapat dipelihara, iguana ini akan menjadi agresif apabila tidak dijinakkan dengan benar.
“Jadi pemiliknya ini harus sabar dan dapat benar merawatnya,” jelas jelas Nadlarotunna’imma, Dokter Klinik Hewan Asa Kediri.
Sebagai salah satu hewan eksotis, iguana memiliki metode komunikasi tubuh yang menarik dan memiliki organ indra yang mengirimkan sinyal kelenjar pineal. Hal tersebut membantu untuk membedakan siang dan malam. “Meski merupakan hewan peliharaan, namun memiliki sifat agresif yang menjadikannya berbahaya bagi anak-anak,” paparnya.
Jika dipelihara anak-anak, dengan catatan harus dengan pengawasan orang tua. Terutama dalam perawatannya. Sama seperti hewan pada umumnya, iguana juga bisa sakit. Bahkan penyakit ini dapat membuatnya mati.
Nana menjelaskan bahwa iguana ini rentan terkena penyakit tulang metabolik, infeksi saluran napas, batu ginjal, hingga penyakit kulit. Penyakit tulang metabolic adalah salah satu penyakit yang paling umum.
Penyebab terjadinya penyakit tulang metabolic ini dikarenakan oleh penurunan kadar kalsium dalam tubuh iguana. Kondisi ini juga karena ketidakseimbangan atau kadar fosfor, vitamin D, bahkan magnesium yang tidak tepat. Fosfor adalah asupan yang penting untuk iguana, tetapi mereka harus mengonsumsi kalsium dua kali lebih banyak daripada fosfor. “Untuk mendapatkan vitamin D, bisa dari pencahayaan matahari,” kata perempuan asal Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.
Selain itu, makanan tinggi asam oksalat mengikat kalsium dan mencegah penyerapannya oleh iguana. Saat kadar kalsium darah turun terlalu rendah, tubuh iguana akan mengambil kalsium dari tulang untuk mencukupi kebutuhannya. Kadar kalsium yang rendah ini kemudian menyebabkan tulang pada rahang dan tungkai menjadi lunak.
Ciri-ciri iguana terkena tulang metabolic terlihat saat menyentuh tubuhnya. Salah satunya bagian kaki akan terlihat bengkak. Iguana akan menjadi gemuk dan lentur. Karena rasa sakit, membuat hewan satu ini menjadi malas bergerak.
Selain masalah tulang, namun juga pada saluran pernafasan. Saat mengetahui iguana lesu dan bersin, perlu dicurigai mungkin ia mengalami infeksi pernapasan. Gejala lain mungkin termasuk pembesaran tenggorokan dan nafas yang lebih cepat. Dalam kondisi tersebut, iguana akan bernafas sambil membuka mulut.
Pada saat itu juga akan terlihat buih dalam air liur. Masalah pernapasan pada iguana tidak umum jika mereka hidup dalam kondisi optimal. Untuk membantu iguana kembali sehat, menaikkan suhu di area berjemur. “Iguana ini juga bisa terkena penyakit ginjal,” ungka Nana.
Penyebab terjadinya gagal ginjal dikarenakan overdosis obat, dehidrasi, asam urat, terlalu banyak suplemen, dan protein dalam makanan. Iguana mungkin juga kehilangan berat badan dan menjadi lebih lelah dari biasanya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah