Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kucing Mengalami Alergi, Ini Solusinya

Anwar Bahar Basalamah • Jumat, 12 Mei 2023 - 17:01 WIB
(Foto: Habibah A, Muktiara)
(Foto: Habibah A, Muktiara)
Seperti manusia, kucing juga bisa menderita alergi. Bahkan alergi dengan hal-hal yang sama dengan manusia. Seperti makanan, tumbuhan, sari bunga, dan debu. Meski begitu ada yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya.

“Alergi pada kucing penyebabnya tidak hanya satu saja,” jelas Nadlarotunna’imma Dokter Klinik Hewan Asa Kediri. Sebelum mengetahui apa saja penyebab alergi, pemilik kucing harus tahu apa saja yang merupakan gejalanya.

Gejala atau tanda-tanda ini dapat diamati secara langsung. Tanda-tanda kucing mengalami alergi mulai dari sering menggaruk area kulit sekitar telinga. Grooming atau menjilat badan secara berlebihan, yang membuat bulu tampak menipis di bagian tersebut.

Gejala lainya adalah menggigit telapak kaki dan tangan, muncul masalah kulit seperti kering, berkerak dan merah-merah. “Infeksi kulit dan telinga, mata berair, hidung meler, bersin-bersin atau batuk, nafas berbunyi, iritasi kulit, dan lesu,” imbuhnya.

Photo
Photo
(Foto: Habibah A, Muktiara)

Jika mengetahui gejala yang disebutkan tersebut, sebaiknya untuk membawa kucing untuk diperiksakan ke dokter. Agar nantinya kucing akan mendapatkan perawatan yang tepat, sesuai dengan gejala yang muncul. Sehingga kucing tidak menderita akibat alergi tersebut.

Begitu dilakukan pemeriksaan, dokter akan menentukan kalau kucing betul menderita alergi atau tidak. Jika benar mengalami alergi, kucing akan mendapatkan resep obat-obatan untuk meredakan gatalnya. Dan jika terdapat infeksi, akan diberikan obat-obatan topikal untuk kulit yang bentuknya seperti salep, cairan antiseptik, dan serbuk antibiotik. “Alergi kucing ini bisa disebabkan oleh kutu, alergi makanan, dan alergi lingkungan,” kata perempuan asal Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri ini.

Salah satu tanda alergi kucing yang paling umum adalah alergi kutu. Alergi ini umumnya disebabkan oleh gigitan kutu atau obat kutu. Rasa gatal yang berlebihan adalah gejala yang paling dominan dari jenis alergi ini. Kemungkinan kucing alergi kutu jika kucing sering melihatnya menggaruk atau menggigiti bulunya, terutama tepat di atas ekornya. Karena sering di garuk, membuat bulu di spot tersebut menipis.

Penyebab alergi lainya bisa disebabkan oleh makanan. Alergi makanan pada kucing dapat menyebabkan muntah, diare, bahkan kulit gatal, terutama di sekitar leher dan kepala. Jenis respon alergi ini dapat menyebabkan bulu kucing mengalami kerontokan bulu yang parah.

Dalam kasus ekstrem seperti itu, dokter hewan dapat membantu mendeteksi makanan mana yang menyebabkan iritasi dan mengembangkan pola makan yang sesuai untuk kucing.

Dan, yang terakhir adalah alergi yang disebabkan lingkungan. Alergi lingkungan memiliki pemicu yang berbeda, antara lain tanaman, serbuk sari, dan jamur. Jenis alergi ini juga dapat disebabkan oleh produk pembersih, atau wewangian yang termasuk dalam beberapa jenis tempat kotoran kucing.

Jenis lain dari alergi lingkungan adalah atopi kucing. Hal ini umumnya dikenal sebagai dermatitis atopik kucing, reaksi alergi parah pada kucing yang menyebabkan rasa gatal yang luar biasa pada kulit mereka. Sebagai akibat dari kondisi ini, kucing Anda mungkin menderita nyeri kulit, kemerahan, koreng, dan bahkan rambut rontok.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kucing anggora #cara menghilangkan kutu kucing #kucing #satwa