Selain Omar Daniel yang memerankan Gus Birru dan Anggika Bolsterli yang memerankan Ratna Rengganis, ada beberapa artis lain yang kemarin juga ikut menemui penggemar di Taman Brantas. Demikian juga Khilma Anis, penulis novel Hati Suhita, dan Chand Parwez Servia, sang produser.
“Senang sekali bisa Kembali ke Kota Kediri,” kata Omar Daniel saat menyapa ratusan penonton di Taman Brantas. Pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah itu mengaku sangat terkesan dengan Kota Tahu. Menurutnya ada banyak hal yang menarik.
Selain Jembatan Brawijaya, Bandar Latte, RSUD Gambiran, perkebunan tebu, hingga warung Soto Pakelan yang jadi lokasi syuting, dia mengaku terkesan dengan tempat-tempat lainnya di Kota Kediri. “Kulinernya enak-enak,” lanjutnya disambut tepuk tangan para penonton.
Dalam kesempatan kemarin, Khilma Anis, penulis novel Hati Suhita juga menceritakan kesannya akan Kota Kediri. Perempuan asli Jember yang tinggal di Jombang itu juga menyukai Kota Kediri. “Kediri itu kota yang indah dan romantis. Di sini juga mencerminkan toleransi yang tinggi,” tuturnya.
Di depan penonton, dia juga membeberkan cerita film Hati Suhita tentang kehidupan di pesantren. Karenanya, dia mengajak warga Kota Kediri, termasuk para santri untuk menonton film tersebut. “Karena saya juga dari pesantren, monggo ibu-ibu pengurus mengajak santrinya ikut nonton bareng,” pintanya.
Untuk diketahui, meet and greet di Taman Brantas kemarin juga diisi dengan game. Mereka melemparkan sejumlah pertanyaan terkait film Hati Suhita. Yang berhasil menjawab langsung mendapat hadiah tiket untuk nonton di bioskop.
Sorak-sorai pun memenuhi Taman Brantas saat penonton berhasil menjawab pertanyaan dengan benar. Seperti Ika, penonton asal Nganjuk itu mengaku sangat senang karena bisa mendapat tiket gratis. Tidak hanya itu, dia juga bisa bertemu dengan Omar Daniel, aktor idolanya bonus wefie bareng para pemain.
Terpisah, Wali Kota Abdullah Abu Bakar dan Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Feronica yang mengikuti meet and greet, menyebut cerita film Hati Suhita tentang kehidupan pesantren memang sangat dekat dengan Kediri. “Ya Kediri lah yang paling pas,” papar wali kota dua periode itu.
Abu menjelaskan, pengambilan syuting yang dilakukan di Kota Kediri menurutnya merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan sineas perfilman nasional. Pemakaian Kota Kediri sebagai lokasi syuting menurutnya juga jadi wujud city branding. “Sineas perfilman lokal di Kediri juga jadi dapat ilmunya karena mereka juga ikut kerja bareng di situ. Perekonomian di sini juga lumayan hidup,” urainya berharap ke depan bisa lebih berkembang lagi.
Abu menyebut, film Hati Suhita tidak hanya bercerita tentang percintaan saja. Melainkan banyak cerita inspiring lainnya. Termasuk tentang keikhlasan dan keberanian. Dia pun mengajak masyarakat ikut menonton filmnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah