Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dispertabun Kabupaten Kediri Siapkan Pineapple Festival

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 2 Mei 2023 | 18:39 WIB
LARIS: Pedagang nanas di Kampung Nanas, Ngancar mengalami peningkatan penjualan drastis selama liburan kemarin. (Foto: Habibah A. Muktiara)
LARIS: Pedagang nanas di Kampung Nanas, Ngancar mengalami peningkatan penjualan drastis selama liburan kemarin. (Foto: Habibah A. Muktiara)
KEDIRI, JP Radar Kediri- Nanas menjadi salah satu buah lokal khas Kabupaten Kediri yang banyak dicari. Terbukti, selama libur lebaran, para pedagang nanas di Kampung Nanas di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar ketiban rezeki luar biasa.

Dalam sehari, para pedagang mengalami peningkatan drastis. Seorang pedagang bisa menjual hingga 500 buah.  Hal tersebut dialami Sri Lestari, salah satu penjual buah nanas. "Alhamdulillah selama liburan lebaran rata-rata bisa menjual 500 buah nanas," terang Sri.

Kepada Jawa Pos Radar Kediri, Sri mengaku nanas yang dijual rata-rata adalah nanas lokal. Hal tersebut dikarenakan untuk stok nanas madu sedang kosong. Namun dibandingkan dengan nanas madu, rasa nanas lokal ini jauh lebih manis. "Satu ikat ada yang harga Rp 10 ribu, hingga Rp 25 ribu," imbuhnya.

Pengunjung di sana juga dapat mencoba olahan nanas. Nanas tersebut diolah menjadi sambal rujak yang dibandrol dengan harga Rp 10 ribu. Hanya saja jumlah kios penjual nanas di sana mengalami penurunan. Yang semula ada 25 lapak kini menjadi 20 lapak saja. Penyebab dikarenakan lokasi baru yang dianggap kurang strategis.

Tidak hanya itu saja, harga nanas saat ini bisa dikatakan lebih mahal. Jika sebelumnya per buah dijual dengan harga Rp 3 ribu kini menjadi Rp 5 ribu. Hal tersebut dikarenakan belum masuknya musim nanas.

Potensi besar inilah yang memunculkan Pineapple Festival yang rencananya berlangsung 6 dan 7 Mei, pekan depan. Acara yang digagas Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri. Berbeda dengan festival sebelumnya, karena tahun ini banyak sekali kegiatannya. "Selain pawai tumpeng nanas, namun juga ada beberapa kegiatan lainnya," terang Manager Offprint Jawa Pos Radar Kediri Puspitorini Dian Hartanti.

Selain pawai tumpeng nanas, rangkaian acara lain yang diadakan dalam dua hari tersebut adalah Kediri Fashion Pineapple Carnival, Carving Nanas, Pineapple Cooking Class, Lomba Kupas Nanas, Pineapple Cooking Competition, Pemeran UMKM dan hiburan.

Untuk Pineapple Cooking Competition pendaftarannya sudah dibuka mulai 14 April lalu. Batas terakhir pendaftaran pada tanggal 30 April. Bagi yang belum sempat mendaftar masih mendapatkan kesempatan. Cara pendaftaran online dengan membuka website https://bit.ly//PendaftaranCookingCompetition2023.  "Pendaftaran gratis, nanti juga ada demo class dari Chef ICI," imbuhnya.

Tidak hanya Pineapple Cooking Competition, pendaftaran Kediri Fashion Pineapple Carnival juga sudah dibuka pada 14 april lalu. Pendaftaran akan ditutup pada tanggal 30 April. Pendaftaran secara online dapat dilihat di website https://bit.ly//PendaftaranKPFC2023.

Acara Pineapple Festival ini rupanya sangat dinantikan masyarakat. Salah satunya adalah Sri Lestari, 50, warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar. "Alhamdulillah tahun ini banyak sekali kegiatannya, karena jika tahun sebelumnya hanya parade nanas saja," ujar Sri kepada wartawan ini.

Dengan adanya festival tersebut, Sri berharap untuk ke depannya nanas kelud akan lebih dikenal. Selain itu wisatawan juga bertambah.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#nanas lokal #nanas #Dispertabun kabupaten kediri #pineapple festival #dispertabun