“Di akhir tahun 2022 itu ada sekitar 1.000 bunga anggrek yang ditanan di beberapa pohon besar,” terang Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Rony Yusianto kepada wartawan koran ini.
Penanaman bunga anggrek dilakukan bukan tanpa sebab. Selain untuk menjaga keindahan taman, tanaman anggrek juga ditanam sebagai sarana konservasi bunga dengan nama latin Orchidaceae itu.
Untuk proses penanamannya, bunga anggrek banyak ditanam di pohon yang sudah berukuran besar. Seperti di pohon trembesi, flamboyan, hingga beringin. Namun untuk beberapa kesempatan, bunga anggrek juga ditanam di pohon yang lebih kecil. “Seperti pohon mangga, pada batangnya yang besar juga banyak diberi bunga anggrek,” sambung Rony.
Bunga anggrek ditanam di Hutan Joyoboyo karena dianggap lebih mudah perawatananya. Karena tidak harus melakukan penyiraman setiap hari. “Dibiarkan saja nanti bisa tumbuh,” tambah Rony.
Namun sayang, setelah ditanam, banyak bunga anggrek yang tiba-tiba menghilang. Rony menduga, hilangnya bunga anggrek karena diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
Oleh sebab itu, Rony mengajak pengunjung Taman Hutan Joyoboyo untuk ikut menjaga kelestarian tanaman di sana. Termasuk bunga anggrek. “Kalau tamannya bagus nanti yang bangga juga kita,” terangnya.
Sementara itu, Sheila Indah Paraswati, 30, warga Kelurahan Manisrenggo, Kecamatan Kota mengaku, senang dengan adanya bunga anggrek di Taman Hutan Joyoboyo. Meski jarang bunganya mekar, namun ketika mekar, bunga tersebut akan terlihat begitu cantik. “Kalau lihat semua warnanya hijau lalu ada warna ungu kan terlihat bagus,” ujarnya.
Namun Sheila menyayangkan hilangnya bunga anggrek di Taman Hutan Joyoboyo. Dirinya berharap, masyarakat bisa lebih sadar untuk ikut menjaga kondisi taman. “Kalau pengin punya ya tanam atau beli sendiri. Jangan mencuri,” tutupnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah