Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Di Ponpes Ringinagung, Ada Ngaji Khusus dengan Kiai setelah Tarawih

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 5 April 2023 | 18:19 WIB
TENANG: Sejumlah santri Ponpes Mahir Arriyadl Ringinagung mengaji kitab di saung tepi sungai. (Foto: Wahyu Adji)
TENANG: Sejumlah santri Ponpes Mahir Arriyadl Ringinagung mengaji kitab di saung tepi sungai. (Foto: Wahyu Adji)
Selama Ramadan, intensitas mengaji di Ponpes Ringingagung sangat tinggi. Bisa tiga hingga delapan kali. Namun, khusus setelah salat Tarawih, ngajinya dengan Mbah Kiai.

Suasana Ramadan sangat terasa di Pondok Pesantren Mahir Arriyadl Ringinagung, Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Aktivitas mengaji juga kian meninggi. Meskipun di siang hari, ketika umumnya rasa haus dan lapar menyerang, para santri terus memperdalam ilmu agama.

Di berbagai sudut ponpes, terlihat santri-santri dengan kitab di tangannya. Membaca serta mendalami maknanya. Sebagian di gubuk-gubuk yang ada, yang lainnya di musala. Terlihat sangat khusyuk, terus mempelajari kitab tanpa menimbulkan suara.

Di Pondok Ringingagung, ada dua jadwal mengaji dengan pengasuh yang berbeda. Yang pertama, jadwal mengaji yang diasuh oleh Mbah Kiai Khudzaifah Muawam dengan anak-anaknya. Kemudian, ada yang diasuh oleh bapak perguruan. Waktunya juga berbeda.

“Untuk lokasinya terpencar-pencar. Ada yang di asrama, musala, dan ndalemnya sendiri-sendiri,” terang Kepala Ponpes Ringinagung Ashanun Ni’am.

Untuk yang diasuh oleh Kiai Khudzaifah Muawam, selama Ramadan, waktunya juga khusus. “Setelah salat tarawih yang boleh mengaji hanya dalam saja,” imbuhnya.

Mengaji dalam itu artinya yang diasuh oleh Mbah Kiai. Sedangkan jadwal mengaji bapak perguruan di luar waktu tersebut.

Bukan tanpa alasan peraturan tersebut dibuat. Tujuan utamanya adalah agar menggerakan santri mengaji kepada Mbah Kiai.

Jadwal untuk mengaji kitab bersama dengan Mbah Kiai ini dilakukan setelah tarawih hingga pukul 22.00 WIB. Setelah itu barulah keluar jadwal mengaji dengan bapak perguruan. Jadwal mengaji bapak perguruan ini berlangsung hingga pukul 01.00 WIB.

Setelah pukul 01.00 WIB adalah jadwal santri untuk beristirahat. Namun banyak yang menggunakan waktu istirahat untuk melanjutkan membaca kitab. Bahkan satu santri bisa mengaji hingga delapan kali dalam satu hari.

Mohammad Chilma, santri asal Bojonegoro, mengaku selama Ramadan bisa mengaji hingga empat kali dalam sehari. “Mulai ashar, maghrib, tarawih, dan subuh,” kata pemuda 18 tahun ini.

Chilma menjelaskan alasan kenapa sampai mengaji kitab sebanyak empat kali untuk mengisi waktu luang. Selain memanfaatkan momentum Ramadan, ia memang memiliki tujuan untuk memperlancar membaca kitab.

“Setelah tarawih ngaji di Mbah Kiai sampai jam sepuluh malam. Terus ngaji lagi jam sebelas,” imbuhnya. Meskipun jadwal ngajinya berdekatan, namun ia mengaku merasa tidak kewalahan.

Hal yang sama juga dilakukan Muhammad Samsul Ma’arif. Pemuda 20 tahun asal Bekasi, Jawa Barat ini juga mengaji empat kali dalam sehari. “Selain mengaji kitab, di asrama juga melakukan tadarus,” ucap santri yang baru delapan bulan berada di Ponpes Ringinagung ini.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#ramadhan #seputar kediri #kediri viral #ponpes #kediri news