Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Di Bulan Ramadan, Ngaji Kitab Kuning di Ponpes Kapurejo Ditambah

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 3 April 2023 | 17:15 WIB
KHUSYUK: Para santri yang sedang salat Ashar di Masjid Ponpes Salafiyah Kapurejo menunggu jadwal membaca kitab kuning. (Foto: Iqbal Syahroni)
KHUSYUK: Para santri yang sedang salat Ashar di Masjid Ponpes Salafiyah Kapurejo menunggu jadwal membaca kitab kuning. (Foto: Iqbal Syahroni)
KEDIRI, JP Radar Kediri - Ponpes Salafiyah Kapurejo dikenal ketat dalam mempertahankan tradisi warisan leluhur. Termasuk dalam mengaji kitab kuning, yang selama Ramadan ditingkatkan intensitasnya.

Ada tradisi yang dipertahankan Ponpes Salafiyah Kapurejo selamaRamadan. Yaitu, soal membaca kitab kuning. Meskipun di bulan-bulan lain juga dilakukan namun ketika masuk Ramadan jadwal membaca kitab kuning bagi para santri ditambah.

Pada hari biasa, para santri memiliki waktu membaca kitab kuning setelah salat Subuh dan Ashar. Ketika Ramadan, Ponpes Salafiyah Kapurejo membuka jadwal membaca kitab kuning setiap usai salat.

“Sudah sejak dulu. Jadi tidak hanya setelah Subuh dan Ashar saja. Setelah Dhuhur, Maghrib, dan usai Tarawih,” ujar salah satu guru Ponpes Salafiyah Kapurejo Syariat.

Mewakili pengurus Ponpes M. Chamdani Bik, Syariat bercerita bahwa tradisi ini menjadi salah satu yang terus dipelihara oleh santri hingga saat ini. Sekaligus sebagai sarana menambah ilmu dan bacaan bagi para santri.

Mengapa ditambah? Syariat mengatakan bahwa dalam satu tahun belajar di pondok, masing-masih santri memiliki satu buah kitab kuning yang tebal untuk diselesaikan. Saat Ramadan, untuk menambah ilmu dan pengetahuan tentang kitab kuning, para santri diharuskan menambah literaturnya.

“Bedanya, kitab kuning yang dibaca sama para santri ini yang tipis. Jadi dalam jangka waktu sebulan puasa bisa selesai satu-dua kitab,” imbuh lelaki 47 tahun itu

Jika dilihat dari efisiensi, seharusnya pembelajaran kitab kuning ini bisa dilakukan di luar Ramadan. Jadwal menambah waktu itupun bisa santri lakukan sendiri. Namun, Syariat mengatakan bahwa warisan leluhur ini juga masih dipertahankan.

Banyak santri yang disibukkan dengan kitab masing-masing. Ada pula yang mengaji, ada pula yang menghafal. Sebagian ada yang santai tapi tetap menyibukkan diri dengan aktivitas mereka. Namun pandangan dan pendengaran tetap tertuju kepada guru yang sedang membaca kitab tersebut di pelataran masjid.

Karena, masih kata Syariat, sebagai santri pun, ia terus “digembleng” dengan basis pendidikan salaf yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Karena Ponpes Salafiyah Kapurejo diyakini terus berdiri dan kokoh sampai sekarang karena menjaga warisan leluhur itu sendiri.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#seputar kediri #kediri hari ini #kediri viral #info kediri #kediri news