Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Desain Busana Terinspirasi dari Insecta Daun

Anwar Bahar Basalamah • Jumat, 31 Maret 2023 | 17:40 WIB
(Foto: Habibah A. Muktiara)
(Foto: Habibah A. Muktiara)
MYDC Muffest + Road to In2motionfesi di Jakarta, Maret lalu, tak hanya diikuti desainer ternama. Namun juga pendatang baru, seperti Tasha Nur Luansa. Perempuan asal Prambon, Nganjuk ini menampilkan pakaian yang terinspirasi dari insekta daun.

"Jadi tema pakaian ini adalah adable atau adore of adatable,” terang Tasha Nur Luansa, juara favorit MYDC Muffest + Road to In2motionfesi.

Ia menjelaskan bahwa adable atau adore of adatable ini terinpirasi dari insekta daun berjalan. Serangga ini memiliki kemampuan menyesuaikan warna dengan lingkungan. Jika ditampilkan dalam desain pakaian akan terlihat berlayer. Itu menjadi salah satu keunggulannya.

Photo
Photo
(Foto: Habibah A. Muktiara)

Setiap desain terdapat empat hal. Yakni, patchwork jeans, pleated, qultings, dan ashiko. Patchwork jeans ini menjadi identitasnya dalam membuat pakaian, terutama dalam produk yang nanti akan dikembangkan.

"Kemudian ini ada pleated merupakan hal yang saya inginkan, di mana adanya unsur sustainable fashion,” imbuh Tasha. Sustainable fashion sendiri dengan memberdayakan mereka pengusaha pelatda. Karena orang zaman sekarang jarang menggunakannya. Sehingga nantinya mereka pekerja pleated ini akan menjadi terangkat.

Sedangkan dari segi busana perempuan 22 tahun ini membuat busana mengunggulkan konsep layering. Sehingga desain akan terlihat edge. Karena modes fair dan layering, dari desain tersebut bisa dipakai dengan penampilan yang berbeda. Item tersebut dapat aplikasikan dengan pakaian yang dipunya. 

Desain pakaian ini dirancang untuk mereka yang berusia 25 hingga 40 tahun. Dimana usia tersebut kebanyakan sudah bekerja. Pakaian ini juga dirancang untuk mereka yang memiliki antusias tinggi dalam dunia fashion. “Warna yang saya gunakan ini adalah komplementer antara biru, hijau, dan kuning,” ungkap mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Busana Universitas Malang.

Baju pertama ini kurang lebih terdapat empat item. Item pertama ini adalah blus warna hitam, dengan kerah v neck dan lengan bishop. Sedangkan untuk outer ini menggunakan warna kuning, dengan kombinasi jeans kotak kotak seperti papan catur. Dan bagian belakang ini seperti sayap dan sakiko, tanpa lengan. Untuk bawahan adalah rok menggunakan bahan tafeta.

Dibandingkan dengan baju pertama, baju yang kedua ini lebih banyak itemnya. Item ini mulai blus tanpa kerah, dengan menggunakan lengan bishop. Dan untuk bawahan ini terdapat plisket dan patchwork. Untuk patch work ini modelnya dapat lepas pasang, sehingga bisa dikombinasikan dengan celana atau item fashion lainnya. “Dibagian atas ini selain blus, juga terdapat outer. Untuk outer ini lebih pendek, dibandingkan desain pertama. Yang terdapat hiasan saku dari kain batik.

Baju ketiga ini memiliki item yang sedikit. Item ini ada blus lengan licin, di bagianbawah ada kerutan. Blus ini tidak mengenakan kancing, namun resleting. Untuk outer yang panjang, bahannya terbuat dari batik dan sakiko. Untuk bawahan ini menggunakan rok tafeta yang diplisket.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#seputar kediri #kediri hari ini #kediri viral #busana #Fasion