Infeksi virus calici pada kucing biasanya disebabkan penularan virus ketika kucing yang terinfeksi sedang bersin dan mengembuskan napas. Selain itu, penyebaran virus calici dapat melalui cairan yang keluar dari hidung dan mata, serta kotoran kucing yang terinfeksi. Virus ini paling sering menyerang anak kucing. “Wabah virus calici biasanya terjadi di kandang atau rumah yang populasi kucingnya padat,” ujar dokter hewan yang akrab disapa Nana ini.
Tidak hanya itu, juga dikarenakan ventilasi dan sirkulasi udara yang tidak baik, kandang yang tidak bersih, suhu lingkungan yang ekstrim, serta kondisi malnutrisi pada kucing. Infeksi virus calici pada kucing dapat berkembang secara cepat dan tiba-tiba. Jadi, jika kucing awalnya tampak sehat, bisa saja dia akan terlihat lesu dan sakit keesokan harinya. Untuk mengetahui kucing tersebut terkena virus calici, pemilik kucing harus tahu apa saja gejalanya.
“Ada beberapa gejala yang pemilik tahu jika kucing terkena virus calici,” kata Dokter Nana. Gejala yang perlu diketahui adalah, keluar cairan berwarna kekuningan dari mata dan hidung, ada luka (ulkus) seperti sariawan pada hidung, mulut, lidah, atau bibir yang dapat menyebabkan kucing tidak mau makan karena merasa kesakitan, mengalami demam tinggi dan suara menjadi serak, dan sesak nafas karena ada peradangan pada paru-paru.
Jika kucing kesulitan bernapas atau menolak untuk makan, artinya sudah memasuki fase yang serius. Disarankan untuk membawa kucing ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan cepat. Infeksi saluran pernapasan atas pada kucing umumnya sulit diobati, terutama yang disebabkan oleh virus. Karena belum ada obat antivirus yang benar-benar efektif untuk mengobati infeksi pada kucing.
Jika kucing kesulitan bernapas atau menolak untuk makan, artinya sudah memasuki fase yang serius. Disarankan untuk membawa kucing ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan cepat. Infeksi saluran pernapasan atas pada kucing umumnya sulit diobati, terutama yang disebabkan oleh virus. Karena belum ada obat antivirus yang benar-benar efektif untuk mengobati infeksi pada kucing.
Namun, virus umumnya masih berada di dalam tubuh kucing. Virus ini menunggu waktu untuk muncul kembali dan menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas jika kondisinya memungkinkan. Karenanya, jaga selalu kesehatan dan kebersihan kucing, kandang, dan lingkungan di sekitarnya.
“Selain itu, jangan lupa untuk memberikan vaksinasi pada kucing untuk mengurangi risiko terkena infeksi saluran pernapasan atas,” pungkasnya.(ara/ndr) Editor : Anwar Bahar Basalamah