“Sama seperti anjing dan kucing, bulu burung juga dapat mengalami kerontokan,” terang Dokter Hewan (drh) Klinik Asa Kediri Ardima. Kerontokan ini membuat keindahannya pudar.
Kerontokan bulu burung macaw banyak penyebabnya. Meski begitu tidak semuanya buruk. “Bisa jadi karena molting atau ganti kulit,” ungkap dokter yang kerap disapa Nana ini.
Dia menjelaskan, molting paling umum biasanya terjadi pada dua kali dalam satu tahun. Dalam kondisi ini, burung mengganti bulunya yang lama dengan yang baru. Saat proses molting, burung akan memetik bulunya dengan paruh. Termasuk menggaruk bagian yang sulit dijangkau dengan paruhnya. “Dengan melakukan hal tersebut membantu bulu cepat lepas,” kata Nana.
Kerontokan kedua bisa karena malnutrisi. Tak hanya pada manusia, kekurangan nutrisi dapat membahayakan hewan. Salah satunya kekurangan vitamin A. Itu dapat mengganggu kesehatan bulu dan akan menyebabkan kerontokan. Karena itu, pastikan burung peliharaan mendapat nutrisi seimbang.
Salah satunya dengan memberi pelet burung komersial. Di dalamnya dilengkapi nilai gizi yang baik dan seimbang. Ini mengandung protein, sayuran, biji-bijian, dan buah-buahan. “Selain itu bisa saja karena penyakit,” ujar Nana.
Penyakit yang menyerang bulu adalah polyomavirus dan psittacine beak and feather disease adalah penyakit serius yang dapat menyebabkan kerontokan bulu pada burung. Oleh karena itu, sangat penting untuk mencegah penyakit. Salah satunya dengan cara pembuangan kotoran dan dan bulu yang dilakukan secara manual. Dengan melakukan desinfeksi lingkungan secara hati-hati. Hal ini dapat membantu mengurangi kontaminasi virus terhadap lingkungan.
Selain itu dapat dengan melakukan tes probe DNA harus dilakukan pada burung. Karena burung dapat menularkan virus sesekali, beberapa tes negatif diperlukan untuk memastikan bahwa burung tersebut bukan pembawa. Vaksin polyomavirus tersedia untuk burung psittacine (beo) terpilih sebagai bantuan dalam pencegahan avian polyomavirus.
Penyakit lainnya ini dapat karena parasit dan bakteri, seperti tungau merah, tungau bulu, atau kutu yang menyebabkan iritasi kulit. Selain itu juga knemidokoptes adalah parasit kulit yang sering terlihat.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah