Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Wisata ke Sumber Jambangan Wates, Ini yang Bisa Dinikmati Pengunjung

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 6 Maret 2023 | 17:56 WIB
SEGAR: Penunjung menikmati suasana wisata di Sumber Air Jambangan di Desa Tempurejo, Kecamatan Wates. Mata air di sini alami dan tak pernah kering. (Foto: Habibah A. Muktiara)
SEGAR: Penunjung menikmati suasana wisata di Sumber Air Jambangan di Desa Tempurejo, Kecamatan Wates. Mata air di sini alami dan tak pernah kering. (Foto: Habibah A. Muktiara)
Jika ke Gunung Kelud, wisatawan bisa berkunjung ke Desa Tempurejo, Kecamatan Wates. Di sana ada wisata Sumber Jambangan. Tempat rekreasi yang memiliki sumber mata air yang tak pernah kering di setiap musim.

Dari Gunung Kelud, lokasi wisata alam Sumber Jambangan berjarak 12 kilometer (km). Menggunakan sepeda motor hanya 24 menit. Sedangkan jika rombongan naik mobil sekitar 27 menit. Selain jaraknya tidak jauh, akses menuju lokasi juga mudah.

Photo
Photo
(Foto: Habibah A. Muktiara)

“Sumber Jembangan mulai jadi tempat wisata pada 2019 dengan tema wisata edukasi alam,” terang Ketua Pokdarwis Desa Tempurejo Sthefani Geby Arsita Devi.

Tepatnya 28 November embung ini tidak lagi digunakan mengairi sawah. Dengan kondisi air yang melimpah dimanfaatkan membuat embung ukuran kecil. Tempat tersebut merupakan kawasan lindung sumber air dengan luas sekitar 4,2 hektare (ha). Luas bendungan Jambangan sekitar 1 ha dengan memiliki bangunan dermaga dan pulau kecil di tengah bendungan.

Photo
Photo
(Foto: Habibah A. Muktiara)

Pada awalnya Jambangan hanya mata air. Kemudian masyarakat setempat membuat bendungan untuk irigasi pertanian. Kini sumber air itu telah berubah menjadi objek wisata kolam yang bisa dikunjungi. Sebelum ramai seperti saat ini, sekitar sumber atau embung hanya hutan dan semak belukar. Jangankan wisatawan dari daerah lain, warga sekitar pun enggan ke sana.

“Dulu tempat bagian kuliner ini semacam rawa-rawa, ada air yang menggenang,” ungkap Geby. Agar lokasi genangan dapat dimanfaatkan, dilakukan pengerukan. Dengan begitu lokasi tersebut tidak tergenang.

Photo
Photo
(Foto: Habibah A. Muktiara)

Selain menguruk genangan, pokdarwis membersihkan semak-semak tanpa memotong pohon. Di area kulinernya bangunan warung masih terdapat pepohonan. Alasannya, mereka melestarikan alam.

Photo
Photo
(Foto: Habibah A. Muktiara)

Sebagai tempat wisata, mereka tidak lupa menjaga kondisi alam. Setiap satu tahun dilakukan reboisasi. “Setelah area waduk dibersihkan, kemudian dilakukan pembuatan warung,” kata ibu dari dua anak ini. Namun warung yang dibuat tidak sebesar saat ini, hanya berupa warung kecil. Dan itu mulai membuat masyarakat mulai berminat datang.

Salah satu cara lain agar memikat masyarakat, fasilitas lainnya adalah spot selfie yang bahannya digunakan dari bahan bekas. Dan, berlanjut area camp, edukasi alam, hingga wahana air. Ada kolam renang, juga perahu hingga sepeda air.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #berita terkini #berita terbaru #wisata viral #wisata alam viral