Dari Gunung Kelud, lokasi wisata alam Sumber Jambangan berjarak 12 kilometer (km). Menggunakan sepeda motor hanya 24 menit. Sedangkan jika rombongan naik mobil sekitar 27 menit. Selain jaraknya tidak jauh, akses menuju lokasi juga mudah.
“Sumber Jembangan mulai jadi tempat wisata pada 2019 dengan tema wisata edukasi alam,” terang Ketua Pokdarwis Desa Tempurejo Sthefani Geby Arsita Devi.
Tepatnya 28 November embung ini tidak lagi digunakan mengairi sawah. Dengan kondisi air yang melimpah dimanfaatkan membuat embung ukuran kecil. Tempat tersebut merupakan kawasan lindung sumber air dengan luas sekitar 4,2 hektare (ha). Luas bendungan Jambangan sekitar 1 ha dengan memiliki bangunan dermaga dan pulau kecil di tengah bendungan.
Pada awalnya Jambangan hanya mata air. Kemudian masyarakat setempat membuat bendungan untuk irigasi pertanian. Kini sumber air itu telah berubah menjadi objek wisata kolam yang bisa dikunjungi. Sebelum ramai seperti saat ini, sekitar sumber atau embung hanya hutan dan semak belukar. Jangankan wisatawan dari daerah lain, warga sekitar pun enggan ke sana.
“Dulu tempat bagian kuliner ini semacam rawa-rawa, ada air yang menggenang,” ungkap Geby. Agar lokasi genangan dapat dimanfaatkan, dilakukan pengerukan. Dengan begitu lokasi tersebut tidak tergenang.
Selain menguruk genangan, pokdarwis membersihkan semak-semak tanpa memotong pohon. Di area kulinernya bangunan warung masih terdapat pepohonan. Alasannya, mereka melestarikan alam.
Sebagai tempat wisata, mereka tidak lupa menjaga kondisi alam. Setiap satu tahun dilakukan reboisasi. “Setelah area waduk dibersihkan, kemudian dilakukan pembuatan warung,” kata ibu dari dua anak ini. Namun warung yang dibuat tidak sebesar saat ini, hanya berupa warung kecil. Dan itu mulai membuat masyarakat mulai berminat datang.
Salah satu cara lain agar memikat masyarakat, fasilitas lainnya adalah spot selfie yang bahannya digunakan dari bahan bekas. Dan, berlanjut area camp, edukasi alam, hingga wahana air. Ada kolam renang, juga perahu hingga sepeda air.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah