Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Enak! Sarapan Entung, Bikin Nagih kalau Disambal Goreng

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 6 Maret 2023 | 17:17 WIB
UNIK : Menu ungker atau kepompong ulat jadi diolah dengan bumbu sederhana. Yang menciptakan rasa pedas dan asam.  (Foto: Habibah A. Muktiara)
UNIK : Menu ungker atau kepompong ulat jadi diolah dengan bumbu sederhana. Yang menciptakan rasa pedas dan asam. (Foto: Habibah A. Muktiara)
Untuk menikmati makanan satu ini tidak perlu jauh-jauh ke Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Karena makanan ekstrem ini juga ada di Desa Tempurejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Tepatnya di Wisata Sumber Jambangan.

Makanan ekstrem ini adalah kepompong dari ulat yang dijadikan santapan yang enak. Hanya ada saat musim tertentu. Karena kemunculan ungker atau kepompong ulat jati ini ada saat musim peralihan, dari kemarau ke penghujan. Di saat udara terasa sejuk dan lembab, hal tersebut membuat banyak munculnya ungker tersebut.

Photo
Photo
(Foto: Habibah A. Muktiara)

Bagi penyuka kuliner ekstrem, perlu mencoba makanan satu ini. Ungker adalah bentuk dari ulat jati yang memasuki fase kepompong. Warna kepompong ini cokelat tua atau kehitaman. Namun jangan salah, makanan ini memiliki kandungan protein yang tinggi.

“Karena pohon jati di sini jarang, adanya entung pohon avokad dan jambu mete,” terang Wahyuni, pengolah makanan ekstrem.

Perempuan berusia 42 tahun ini menjelaskan, yang membedakan entung pohon jati, avokad, dan jambu mete dari ukuran entungnya. Ukuran entung pohon jati ini lebih kecil, dibandingkan entung pohon avokad dan pohon jambu mete yang ukuran paling besar sebatang rokok. “Tidak semua entung bisa dimakan,” imbuhnya.

Selain dari pohon jati, alpukat, dan jambu mete entung ini tidak enak dimakan. Bahkan bisa membuat mabuk, seperti sedang makan kecubung.

Photo
Photo
(Foto: Habibah A. Muktiara)

Pada pohon, entung ini diambil pada pucuk pohon. Namun jika tidak ingin kehabisan, ulat tersebut diambil dari pohon dan disimpan dalam karung selama empat hari. Setelah empat hari, ulat tersebut sudah berubah menjadi entung.

“ Entung ini dimasak sambal goreng, goreng biasa dan juga pedas asam manis,” kata Wahyuni.

Sebelum dimasak menjadi tiga hidangan tersebut, entung yang diambil dari sarangnya ini dicuci dan direbus terlebih dahulu. Setelah matang direbus digoreng hingga kecokelatan, dan dimasak sesuai jenis bumbunya.

Untuk sambal goreng, bumbu yang digunakan adalah tomat, cabai, bawang daun jeruk, salam, kemiri, daun salam, kalau tidak ada kemiri. “Dengan menggunakan kemiri membuat terlihat kental meski tidak menggunakan santan,” ungkap perempuan kelahiran 1980 ini.

Sedangkan jika goreng biasa, bumbu yang digunakan adalah bawang, tumbar, garam dan penyedap rasa. Kemudian bisa juga digunakan asam manis, untuk bumbu hampir sama dengan sambal goreng, Yang membedakan hanya pada tambahan saus, bawang bombay.

“Kalau entung dibuat asam manis rasanya tidak kalah dengan seafod di restoran, yang membedakan kalau di restoran tidak pakai asam Jawa.” pungkasnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #berita terkini #makanan viral kediri #berita viral #makanan viral