Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Samsul Hadi, Ketua DPW Himpunan Pengusaha Nahdliyin Jatim Asal Kediri

Anwar Bahar Basalamah • Jumat, 24 Februari 2023 | 16:39 WIB
INSPIRATIF: Samsul Hadi membaca buku di ruang kerjanya kemarin. (Foto: Wahyu Adji)
INSPIRATIF: Samsul Hadi membaca buku di ruang kerjanya kemarin. (Foto: Wahyu Adji)
Kesukaannya berorganisasi mengantarkan Samsul Hadi terlibat dalam berbagai aktivitas. Termasuk dalam posisi yang baru saja dia raih. Menjadi ketua DPW Himpunan Pengusaha Nahdliyin Jatim.

Lalu-lalang para siswa Kampung Inggris memadati Jalan Brawijaya Tulungrejo, Pare di pagi sejuk itu. Bersepeda angin, para remaja itu melintasi jalanan yang kiri-kananya penuh diisi dengan tempat kursus dan perkantoran itu. Salah satunya, gedung berbaliho dengan tulisan Multazam Al Hadi Tour and Travel.

Di gedung itulah Samsul Hadi, sang ketua DPW Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Jatim berkantor. Mengelola biro umrah dan haji sangat dikenal. Dengan bangunan yang besar dan luas.

Ada beberapa sekat ruang di gedung ini. Yang pertama, ruang tunggu yang sekaligus menjadi tempat menumpuk koper warna hijau muda. Juga, ada tempat untuk staf costumer service. Ada juga ruang tengah yang menjadi tempat menerima tamu, terutama para calon jemaah.

Ada satu ruang lagi yang dipakai untuk menjamu tamu di luar jemaah. Di ruangan inilah Jawa Pos Radar Kediri berada. Menunggu Abah Samsul, panggilan Akrab Samsul Hadi, melayani beberapa tamu yang ingin berangkat umrah.

Lelaki yang sudah puluhan tahun menggeluti jasa keberangkatan umrah dan haji ini hampir setiap bulan melayani tamu Allah ke Tanah Suci. Akhir bulan ini, rencananya, dia kembali ke Makkah menemani jemaah umrah.

Aktivitas Abah Samsul tergolong padat. Itu tak lepas dari banyaknya jabatan yang dia emban. Terakhir, Jumat (17/2) dia baru saja dilantik sebagai ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) HPN Jatim.

“Ya begitulah, dari dulu saya senang berorganisasi. Sekarang saya juga sebagai Ketua Umum Yayasan RSI Jimbun Kandat,” aku Samsul yang saat ditemui mengenakan baju gamis abu-abu tersebut.

Ayah tiga anak ini menceritakan perjalanan panjangnya meniti karir hingga dipercaya sebagai ketua himpunan pengusaha nahdliyin. Sebagai anak desa, pria kelahiran 1970 itu sudah lekat dengan pendidikan agama. Kegiatan organisasi sejak sekolah lekat dengan bidang agama. Misalnya, mengumpulkan zakat fitrah lalu dibagikan untuk masyarakat tidak mampu adalah kebiasaan yang tidak pernah dia tinggalkan sampai sekarang.

“Bersedekah menjadi kebiasaan sampai sekarang,” kata lelaki di ruang yang beraroma parfum khas tanah suci tersebut.

Aktivitas itu tetap berlangsung hingga sekarang. Pria asal Desa Sekaran, Kecamatan Kayenkidul itu masih rutin berkeliling tengah malam. Hanya untuk mencari pedagang yang jajanannya tidak laku.

Air matanya menetes ketika mengingat kisah orang tua yang berjualan sampai malam namun dagangannya tidak laku. Samsul pasti akan memborong semua dagangannya. Atau hanya memberi uang yang bisa dimanfaatkan oleh pedagang renta tersebut.

Semua yang dilakukan sekarang itu adalah kebiasaan pada masa lalu. Selain berkeliling setiap malam untuk bersedekah, Samsul punya kebiasaan mencium kaki ibunya setiap berangkat ke Tanah Suci.

Baginya, ibu adalah segalanya. Ia pernah menolak masuk STAN selepas lulus di bangku SMA karena harus menemani orang tuanya. Saat itu kondisinya tidak memungkinkan untuk berangkat meninggalkan kampung dan merantau ke Ibu Kota Negara.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #berita terkini #berita viral #berita terbaru #berita hari ini