Dari keterangan yang didapat Jawa Pos Radar Kediri, mengkretek di dunia ortopedi bukan suatu hal yang baik. Walau melakukan kretek ini menimbulkan perasaan nyaman. "Secara medis, meng'kretek' leher dikenal sebagai manipulasi tulang yang terasa sakit,"terang dokter yang akrab disapa Cas ini.
Mengkretek ini biasa dilakukan di bagian leher, punggung, atau bagian tulang yang sakit. Teknik ini melibatkan aplikasi dari berbagai jenis dorongan pinggang tulang belakang ke punggung bawah atau tulang belakang ke leher untuk mengurangi nyeri punggung, leher dan nyeri muskuloskeletal lainnya.
Manipulasi tulang belakang itu berbeda dengan pijatan lembut, karena leher saat dilakukan kretek didorong secara paksa untuk menghasilkan suara 'klik' dadakan yang akrab di telinga itu.
"Jika terlalu sering dilakukan, lapisan menjadi tipis dan tulang akan terasa kaku," kata laki-laki lulusan kedokteran Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, itu.
Saat tulang sudah kaku, menurut Cas, membuat seseorang tersebut akan menjadi sulit bergerak. Tidak hanya itu, mengkretek bagian leher juga dapat berbahaya bagi pembuluh darah.
Pada beberapa orang, Cas menyebut, pembuluh darah besar yang pada sebagian orang dapat terlihat. Jika pembuluh darah ini terganggu, aliran darah ke otak akan terganggu.
Beberapa kasus langka terkait jenis tertentu stroke yang terjadi beberapa hari setelah 'dikretek' karena cara itu dapat merobek lapisan arteri vertebralis di leher yang berfungsi memasok darah ke otak.
"Sehingga untuk peregangan disarankan untuk melakukan stretching, meski memang tidak senyaman mengkretek," tutur Cas.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah