Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Komandan Batalion Gelatik Yang Dekat Dengan Soekarno

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 24 Oktober 2022 | 22:18 WIB
(Ilustrasi: Afrizal)
(Ilustrasi: Afrizal)
Sosok Kiai Mahrus Aly lekat dengan perjuangan bangsa. Berperan besar dalam pelucutan tentara Jepang hingga menjadi komando pengiriman santri Lirboyo ke pertempuran 10 Nopember di Surabaya. Dia juga dikenal dekat dengan Presiden pertama RI.

Santri dan perjuangan membela tanah air adalah dua hal yang sulit terpisahkan. Tentu dalam arti yang sebenarnya, bertempur secara fisik. Seperti yang ditampakkan pada diri Kiai Mahrus Aly. Kiai dari Ponpes Lirboyo Kediri ini menggerakkan santrinya ke medan perang.

Terkait dengan jasa-jasanya itu, banyak pihak yang memandang sosok ini layak digelari pahwalan nasional. “Usulan sebagai pahlawan nasional ini karena jasanya yang besar untuk bangsa ini,” ucap anggota DPRD Jawa Timur asal Kediri Erjik Bintoro.

Agar usulan sebagai pahlawan nasional itu terealisasi, perlu dukungan banyak pihak. Termasuk perlunya melakukan kajian lanjutan. Seperti seminar yang menghadirkan para sejarawan.

“Kami sudah mengumpulkan data-data tentang Kiai Mahrus,” lanjut politisi PKB ini di ujung telepon. Menurut politisi dari Kandangan, Kabupaten Kediri ini, kajian itu termasuk asal usul hingga perannya ketika ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Wakil Ketua Lesbumi PWNU Jawa Timur Imam Mubarok menyebut telah melakukan pengarsipan perjalanan tokoh Pondok Lirboyo tersebut. “Kiai Mahrus Aly tidak hanya terlibat aktif pada perang 10 November tapi juga berperan melucuti senjata Jepang di Markas Kompetai Dai Nippon Kediri (sekarang pertokoan di Jalan Brawijaya, Red),” jelas Mubarok.

Ketika pertempuran 10 Nopember yang terkenal itu, Kiai Mahrus menjadi komando perang dengan mengirimkan 97 santri ke medan pertempuran di Surabaya. Dia juga dikenal dekat dengan Soekarno. Presiden pertama Indonesia itu bahkan sangat menghormati kiai yang lahir di Cirebon karena perannya memimpin Bataliyon Gelatik. Batalion ini, yang menurut Barok, menjadi embrio Kodam Brawijaya. Karena itulah dia juga sependapat bila kiai yang semasa kecil dipanggil Rusydi ini layak menyandang gelar pahlawan nasional.

Sementara itu, keluarga Kiai Mahrus Aly mengapresiasi usulan komandan Hisbullah itu sebagai pahlawan nasional. Kiai An’im Falahuddin Mahrus menyebut perjuangan sang ayah dalam Perang 10 November di Surabaya pada 1945 silam memang sangat signifikan.

“Saat itu Mbah Mahrus membawa lebih dari 90 santri Pondok Lirboyo untuk berperang melawan agresi militer Belanda II. Mbah Mahrus berangkat atas perintah Mbah Abdul Karim (Kiai Abdul Karim, pendiri Ponpes Lirboyo yang juga mertuanya, Red),” tutur Kiai An’im.

Pria yang juga anggota Komisi X DPR RI itu menjelaskan, di balik keberaniannya dalam berjuang, Mbah Mahrus adalah sosok yang penyayang keluarga. Terutama kepada Bu Nyai Zaenab, istrinya. Kecintaan ayah tujuh anak itu kepada keluarganya juga selalu disampaikan kepada para santrinya.

“Kalau ingin jadi orang yang mulia, muliakanlah istrimu. Itu (ajakan memuliakan istri) sesuai dengan dawuh Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Mbah Mahrus hanya menyederhanakan bahasanya agar mudah dimengerti,” beber putra bungsu Mbah Mahrus tersebut.

Selain sebagai sosok yang penyayang, pria kelahiran tahun 1906 silam itu juga dikenal sebagai sosok yang disiplin. Terutama masalah ibadah dan menuntut ilmu. “Dalam masalah salat, sangat disiplin. Tidak boleh mengakhirkan waktu salat,” kenang Kiai An’im akan sosok panutan yang berpulang di usia 79 tahun tersebut. Dia menghadap sang Khalik selang 80 hari setelah Bu Nyai Zainab berpulang di usia 55 tahun pada 4 Maret 1985 silam. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #berita terkini #kediri hari ini #berita viral #berita terbaru #berita hari ini #hari santri #info seputar kediri terkini #seputar kediri hari ini #kediri raya #kediri terbaru #kediri lagi #info seputar hari ini #seputar berita hari ini #info seputar kediri raya #seputar kediri terkini #kediri terkini