Bagi jajaran pengurus, kepergian sang ketua meninggalkan banyak kenangan. Terutama karena komitmen tingginya pada olahraga. “Selama bekerja hal tersebut (komitmen, Red) yang terus beliau dorong. Untuk kemajuan olahraga di Kediri,” ucap Ketua Bidang Binpres KONI Kota Kediri Kwin Atmoko yang dihubungi kemarin.
Komitmen tinggi itu selaras dengan laju prestasi olahraga di Kota Kediri. Kwin melihat, semasa memimpin KONI Kota Kediri sosok Maria mampu menjadi pelecut semangat. Baik bagi pengurus maupun para atlet. Terutama selama keikutsertaannya di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim.
“Dedikasinya juga tinggi. Beliau orang yang baik,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Kediri.
Sama seperti Kwin, staf Binpres KONI Kota Kediri dan pengawas atlet Kota Kediri Mukono juga berkata demikian. Maria adalah sosok yang memiliki fokus dan tujuan yang baik. Semua dilakukan untuk olahraga di Kota Kediri.
Ditanya kesannya selama bersama di KONI Kota Kediri, Mukono mengatakan bahwa disiplin adalah kata yang cocok untuk disematkan ke Maria semasa hidupnya. “Beliau (Maria, Red) ini orang yang sangat disiplin. Baik dalam pekerjaan dan juga kegiatannya. Disiplin inilah yang menurun ke rekan kerja hingga atlet-atlet,” katanya.
Maria juga tidak sekali-dua kali turun langsung mengajarkan arti kedisiplinan itu ke para atlet. Karena hal itu memang menjadi kunci yang harus tertanam di diri para atlet.
Untuk diketahui, Maria meninggal dunia pada Minggu (16/19) sore. Ia mengalami kecelakaan tunggal saat berkendara dengan sepeda motor sepulang dari ibadah di gereja. Maria kecelakaan setelah menghindari sepeda motor tak dikenal di sekitar Jalan Mauni, Bangsal. Maria meninggal di usia ke-64 tahun. Editor : Anwar Bahar Basalamah