Surat pemberitahuan yang ditandatangan Sekretaris Daerah (Sekda) Dede Sudjana itu meminta semua kecamatan waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana hidrometeorologi. Sebab, wilayah Kediri masih berpotensi mengalami bencana banjir, tanah longsor, angin kencang, genangan air, banjir bandang hingga pohon tumbang dan jalan licin.
Menurut Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Saifudin, Kabupaten Kediri masuk dalam wilayah yang terdampak adanya gangguan atmosfer.
“Ada 19 kabupaten dan kota di Jatim yang rawan mengalami potensi bencana hidrometeorolgi,” katanya.
Untuk mengantisipasi terjadinya banjir, Pemkab Kediri sejauh ini sudah melakukan normalisasi sungai sebagai bentuk pencegahan banjir. Lokasi rawan banjir di Kabupaten kediri berada di daerah yang berbatasan dengan Nganjuk. Sekarang aliran sungainya sudah dinormalisasi semua.
Yang patut diwaspadai lagi adalah pohon tumbang dan tanah longsor. Meskipun, sejauh ini, Saifudin mengaku belum ada laporan terkait dengan bencana hidrometeorologi yang masuk ke BPBD. “Kami mengimbau masyarakat tetap waspada,” pinta Syaifudin.
Sementara itu, Kepala Stasiun III Geofisika Nganjuk Sumber Harto mengatakan, potensi terjadinya hujan dengan intensitas ringan, sedang, lebat disertai petir akan terjadi di sebagian wilayah Jawa Timur. Hal tersebut disebabkan adanya fenomena gelombang atmosfer Rossby dan Madden Julian Oscillation, serta belokan angin di wilayah utara Jawa Timur.
Fenomena alam itu ditambah dengan suhu laut di perairan Jawa Timur yang cukup hangat. Anomali suhu muka lautnya dari 0.5 sampai dengan 1,5 derajat celsius. Selain itu juga ditambah dengan fenomena La Nina lemah.
“Kondisi tersebut membuat atmosfer menjadi labil,” bebernya. Hal tersebut memberi pengaruh dalam pembentukan awan-awan cumulonimbus.
Karena pembentukan awan-awan itu semakin intens maka dapat mengakibatkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Yang berbahaya, aktivitas hujan itu disertai dengan petir dan angin kencang sesaat. Selain Kabupaten Kediri, belasan daerah lain yang juga terdampak. Termasuk Nganjuk dan daerah selatan seperti Blitar dan Trenggalek. Editor : Anwar Bahar Basalamah