Tentu banyak yang bertanya kenapa sosok Kapten Kasihin begitu dihormati di Kota Angin. Bahkan, Pemkab Nganjuk sampai mengabadikan sosok pejuang asli Tulungagung tersebut dengan membangun patungnya. Tak main-main, letaknya patung berada tepat di tengah Alun-Alun Nganjuk.
Selain karena perjuangan dan sosoknya sebagai tentara angkatan darat (AD), ada hal yang membuat sosok Kapten Kasihin melegenda. Salah satunya adalah kedekatan dan perannya bagi warga Kota Angin saat itu.
“Beliau banyak mengedukasi dan menginspirasi warga Nganjuk saat itu untuk ikut berjuang melawan penjajah,” ujar Kasi Sejarah, Museum dan Kepurbakalaan Disporabudpar Kabupaten Nganjuk Amin Fuadi.
Menurut Amin, peran sentral pria bernama lengkap Kasihin Hadi Soetomo tersebut patut diapresiasi tinggi. Pasalnya, tidak hanya berjuang karena tugas negara tetapi Kapten Kasihin juga banyak memberikan wawasan kebangsaan. Serta, menanamkan semangat patriotisme bagi warga Nganjuk.
Sehingga, setelah dia gugur pun perjuangan di Kota Angin untuk melawan tentara Belanda tetap berkobar. “Semangat nasionalisme yang ditanamkan Kapten Kasihin begitu menginspirasi dan memotivasi masyarakat,” imbuh Amin.
Oleh karena itu, tidak berlebihan ketika sosok Kapten Kasihin begitu diagungkan di Kota Angin. Hingga dibuatkan sebuah patung yang mengisahkan perjuangannya di wilayah Kabupaten Nganjuk.
Tentu, salah satu harapannya adalah agar para generasi penerus bangsa dapat menghargai dan meneladani perjuangan sosok Kapten Kasihin. “Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari Beliau. Mulai dari jiwa patriotismenya hingga dedikasinya untuk bangsa dan negara,” tandas pria yang berdomisili di Kelurahan Begadung, Kecamatan Nganjuk tersebut. Editor : Anwar Bahar Basalamah