Hari ini adalah Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Dr Soetomo adalah tokoh di Harkitnas ini. Dia mendirikan organisasi Budi Utomo pada 1908. Inilah yang membuat para pemuda akhirnya bangkit untuk mengusir penjajah dari bumi Indonesia.
Hari ini tepat peringatan Harkitnas ke-114. Sejarah panjang peringatan ini tak lepas dari berdirinya organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908. Budi Utomo sendiri merupakan sebuah organisasi yang didirikan oleh Dr Soetomo dan para mahasiswa STOVIA. Mereka adalah Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji. Wahidin Sudirohusodo merupakan penggagas Budi Utomo dan namanya selalu dikaitkan dengan sejarah berdirinya Budi Utomo. "Kalau kita berbicara soal Budi Utomo, maka tidak akan bisa lepas dari para cendekia STOVIA. Terutama Dr Soetomo," ujar Aries Trio Effendy, pemerhati sejarah Nganjuk.
Nama organisasi Budi Utomo diusulkan oleh Soeradji. Semboyan yang dikumandangkan ialah Indie Vooruit (Hindia Maju, Red). Budi Utomo terdiri atas dua kata, yakni Budi dan Utomo. Budi berarti perangai atau tabiat. Sedangkan, Utomo yang berarti baik atau luhur. Jadi, organisasi Budi Utomo dapat dimaknai sebagai perkumpulan yang akan mencapai sesuatu berdasarkan keluhuran budi dan kebaikan perangai atau tabiat.
Budi Utomo sendiri didirikan pada tahun ketiga Soetomo di STOVIA. Pria kelahiran Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret ini sangat getol untuk berorganisasi. Bahkan di sela-sela kesibukannya menimba ilmu, Ia berusaha membagi waktunya dengan sebaik mungkin. Meski tidak bisa dipungkiri bahwa kegemarannya berorganisasi tersebut banyak menyita waktunya.
Pendirian Budi Utomo tersebut memang sangat lekat dari peran dr Wahidin yang merupakan alumni STOVIA. Gagasan dr Wahidin itu sendiri akhirnya ditangkap dengan baik oleh Dr Soetomo. "Beliau merenungkan pemikiran-pemikiran itu hingga akhirnya dimanifestasikan menjadi Budi Utomo," tutur Aries.
Tujuan Budi Utomo yakni memperoleh kemajuan yang harmonis bagi nusa dan bangsa. Pada awalnya Budi Utomo hanya menghendaki perbaikan sosial yang meliputi Jawa dan Madura. Sehingga, kata kemerdekaan belum disebut. Beberapa usaha ditempuh untuk mewujudkan tujuan tersebut yakni memajukan pengajaran sesuai dengan yang dicita-citakan bersama.
Budi Utomo akhirnya menjadi inspirasi bagi para pendiri bangsa untuk memerdekakan Indonesia. Oleh karena itu pada 20 Mei 1948, Presiden Soekarno menetapkan hari lahirnya perkumpulan Budi Utomo sebagai Harkitnas. (tar/tyo)
Editor : adi nugroho