Kecerdasan Dr Soetomo tidak perlu diragukan. Dr Soetomo atau yang bernama asli Soebroto itu bersekolah sebagai calon dokter Jawa saat umurnya masih belia. Dia berusia 15 tahun.
Soetomo menimba ilmu kedokteran di School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) Batavia pada 31 Januari 1903. Sedangkan, dia lahir pada 30 Juli 1888. Artinya, Soetomo bersekolah sebagai calon dokter tersebut dalam usia yang masih remaja.
"Pas masih berumur 15 tahun itu sudah sekolah dokter," ujar Aries Trio Effendy, pemerhati sejarah Nganjuk kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.
Sebelum diterima di STOVIA, Soetomo belajar di lembaga pendidikan setingkat sekolah dasar (SD). Yaitu Europeesche Lagere School (ELS) di Bangil, Pasuruan. Di sana, dia tinggal bersama Arjodipoera, pamannya.
Soetomo bisa diterima masuk di STOVIA bukan hanya karena berasal dari keluarga berada. Melainkan juga karena kecerdasannya. Hal itu sudah terlihat saat dia menimba ilmu di ELS.
Masa-masa pendidikannya di Batavia itu ternyata banyak membawa pengaruh positif kepada Soetomo. Bagi pria berkacamata ini, STOVIA tidak hanya menjadi tempat meraih ilmu akademik. "Dia belajar banyak hal di sana. Termasuk dalam hal perjuangan," tutur Aries.
Banyak input positif didapatkan Soetomo dalam masa pendidikannya itu. Tak hanya itu, Soetomo juga mendapatkan banyak teman dan mentor. Di sana pula pemikirannya untuk lepas dari belenggu kolonialisme tumbuh semakin pesat.
"Dia mulai berpikir untuk memajukan rakyat dan bangsanya juga saat bersekolah di STOVIA," tandas ayah dua anak tersebut.
Editor : adi nugroho