Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Yang Paling Strategis Jadi Ibu Kota Kabupaten Kediri, ya Ngasem

adi nugroho • Jumat, 25 Maret 2022 | 20:31 WIB
yang-paling-strategis-jadi-ibu-kota-kabupaten-kediri-ya-ngasem
yang-paling-strategis-jadi-ibu-kota-kabupaten-kediri-ya-ngasem


 Bila nama masih membuka peluang perdebatan, tidak demikian halnya dengan lokasi. Hampir semua peserta diskusi sepakat Ngasem menjadi tempat yang pas menjadi ibu kota kabupaten. Mengalahkan Pare, yang dianggap terlalu pinggir.


Kuatnya peluang Ngasem jadi ibu kota kabupaten juga terkait aturan. Sesuai Permendagri nomor 30/2012, pasal satu, ibu kota kabupaten adalah tempat kedudukan bupati sebagai penyelenggara pemerintahan.


“Ini sudah sangat jelas, pusat pemerintahan ada di Jalan Soekarno-Hatta, di Ngasem,” tegas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) M. Saleh Udin.


Selain Permendagri, sisi historis juga memperkuat pemilihan Ngasem. Hingga 1950, tempat bupati memerintah sekaligus menjadi ibu kota. Dulu, ibu kota Kediri ada di wilayah kota. Tempat berdirinya pendapa kabupaten. Hanya, karena pembentukan Kota Kediri, daerah pindah pemilik.


Pare juga sempat disiapkan menjadi ibu kota. Tepatnya pada periode 1970-1975. Beberapa fasilitas juga dibangun, termasuk Masjid Agung An-Nuur. Hingga pada 1978 kantor pemerintahan pindah ke Desa Sukorejo yang masuk wilayah Kecamatan Ngasem.


“Ini termasuk isu strategis. Dan dengan adanya ibukota baru, bisa menjadi peningkatan stabilitas suatu daerah,” ujar lelaki berkacamata itu.


Sebenarnya, sempat muncul wacana lokasi baru selain dua tempat tersebut. Hanya, pertimbangan efesiensi mereduksi keinginan itu. Membentuk ibu kota baru butuh waktu lama.


“Australia yang notabene negara besar butuh 26 tahun membentuk kota baru,” terang Saleh.


Sedangkan Ngasem, beberapa fasilitas pendukung ibu kota sudah tersedia. Mulai kantor kabupaten, kantor DPRD, hingga rumah sakit sudah tersedia. Dari sisi tata ruang dan tata wilayah, juga sudah tepat. “Ada SLG yang bisa diembriokan menjadi ruang terbuka hijau, atau alun-alun. Akses ke bandara juga tidak terlalu jauh bila dibandingkan dengan Pare,” urai lelaki berkaca mata ini.


Senada, Ketua DPRD Dodi Purwanto mengatakan tidak akan ada perubahan desa, kecamatan lain terkait dengan pembentukan ibu kota. Pilihannya mengerucut ke Ngasem. “Tempatnya juga dekat dengan (kantor) pemerintahan. Jadi dirasa lebih tepat juga (kalau ibu kota kabupaten) di Ngasem,” tegasnya.(syi/fud)


Editor : adi nugroho
#radar kediri #kabupaten kediri #berita terkini #kediri #info kediri #ngasem #info terkini #berita kediri