Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Agung Purwanto, Pelukis Keliling ‘Langganan’ Para Pejabat

adi nugroho • Kamis, 24 Maret 2022 | 18:32 WIB
agung-purwanto-pelukis-keliling-langganan-para-pejabat
agung-purwanto-pelukis-keliling-langganan-para-pejabat


Gubernur Khofifah dan wakilnya, Elestianto Dardak, pernah jadi objek lukisannya. Demikian pula Sekretaris Kabinet yang juga ayah Bupati Kediri, Pramono Anung. Sebagian lukisan itu dia berikan cuma-cuma.



Rumahnya di wilayah Kota Kediri, di Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto. Persinya, di Jalan Abusosno nomor 35 RT 08 RW 02. Tapi, sebagai pelukis keliling, sosok bernama lengkap Agung Purwanto ini lebih sering ada di wilayah Kabupaten Kediri. Hampir setiap minggu pria 53 tahun ini melapak di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG). Lokasi yang dia pilih adalah di taman Kepala Kereta Api.


“Hoki saya di sini,” ucapnya.


Tak salah bila lelaki yang kerap melingkarkan udeng di kepalanya itu menyebut soal kemujuran. Di lapaknya itu dia mendapat pelanggan asal Malaysia. Saat sang turis tengah berjalan-jalan di SLG.


Lapak lukis lelaki yang biasa dipanggil Agung ini berada di antara deretan pedagang kaki lima lain. Tapi, mudah sekali membedakan. Bila lapak pedagang berjualan  pakaian atau mainan anak, di tempat Agung yang dijajar adalah pigura-pigura berisi lukisan wajah.


Selain itu, bila pedagang lain melengkapi dengan tenda warna merah, Agung hanya bermodal tikar. Tanpa tenda pelindung di bagian atas. Tentu, bila hujan turun, dia harus segera berkemas. Seperti siang itu (20/3), sekitar 10.30, rintik air mulai menetes. Membasahi kawasan SLG. Dia pun harus berkemas lebih awal.


“Biasanya saya tutup tengah hari, pukul 12.00,” akunya sembari mengepak peralatan dan menaikkannya ke jok sepeda motor Suzuki Smash warna hitamnya.


Bila tak hujan, karya lukisnya akan dia pajang di tikar. Sebagian menggantung di atasnya, dijepit seperti orang menggantung pakaian.


Di pajangan itu ada sketsa wajah Presiden Joko Widodo di antara karyanya. Ada pula selembar kertas folio ukuran 21x30 bertuliskan Rp 30.000, berdiri di tikar.


"Ini tarif untuk sketsa sederhana," tunjuk Agung ke papan harga.


 


Peminatnya tergantung keramaian. Setidaknya dia bisa membeli sebungkus rokok. Seperti siang itu, ketika ia baru dapat pesanan sketsa untuk satu keluarga, rintik hujan mulai turun. Bapak tiga anak ini terpaksa menutup lapaknya lebih awal.


Dulu, Agung adalah pekerja di lembaga finance. Sempat puluhan tahun, sebelum akhirnya lulusan Fakultas Ilmu Administrasi Negera Universitas Brawijaya ini memilih resign. Ganti menekuni seni  lukis yang memang hobinya sejak kecil.


Namun, melukis bukanlah mata pencaharian utama. Dia masih bekerja yang lain, serabutan. Termasuk menjadi pekerja bangunan. "Saya tetap kerja tanpa meninggalkan hobi melukis," tegasnya.


Punya banyak kenalan, Agung kerap diminta melukis pejabat. Awalnya, dia men-challenge dirinya sendiri. Membuat sketsa Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak.


"Saat itu mereka baru calon gubernur dan wakil gubernur," cerita Agung.


Delapan jam yang dia butuhkan menggambar dua tokoh itu. Usai maghrib hingga pukul 02.00. Kebetulan, setelah jadi, dua sosok itu datang ke Kediri. Agung langsung datang dan menyerahkan langsung lukisannya.


“Lega sekali lukisan saya diterima mereka,” ucapnya.


Kemudian, bapak tiga anak ini diminta membuat sketsa Nicolaus Teguh Budi Harjanto, staf khusus (stafsus) Menteri Sekretaris Negara bidang Komunikasi Politik dan Kelembagaan. Saat itu Nico berkunjung ke sanggar Jawa Dhipa Mojoroto. "Saya sanggupi, waktunya hanya tiga jam," kenang Agung.


Dia merasa enjoy menggambar wajah Nico. Sehingga bisa menghasilkan karya dalam waktu singkat.


Beda ketika dia mendapat pesanan melukis keluarga Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Waktu yang dia butuhkan nyaris seminggu. Selain ukurannya lebih besar, dia juga tak diberi deadline. “Itu waktu terlama yang pernah saya habiskan untuk satu lukisan,” ucapnya.


Setelah selesai, dan lukisannya diterima dengan baik, dari situlah kepercayaan Agung tumbuh berlipat-lipat. Belakangan, Agung kerap masuk di story instagram dan akun media sosial pejabat Kota dan Kabupaten Kediri. Ia telah membuat sketsa Wali Abdullah Abu Bakar dan Bupati Hanindhito Himawan Pramana. Bahkan, khusus Dhito, sudah dilukisnya sebanyak empat kali. Karema sudah terbiasa, ia bisa melukis kedua tokoh Kediri itu dalam waktu singkat.


"Tidak sampai delapan jam," ujarnya sambil tersenyum.


Kalau dihitung, jumlah pejabat yang sudah dia lukis lebih dari sepuluh orang. Walaupun begitu, meski banyak pejabat politik yang dia lukis, Agung tidak berafiliasi dengan partai politik. (fud)

Editor : adi nugroho
#radar kediri #berita terkini #kediri #info kediri #info terkini #inspiratif #berita kediri #seniman kediri