KABUPATEN, JP Radar Kediri- Ada yang berbeda di perayaan hari jadi Kabupaten Kediri tahun ini. Jika tahun lalu dilakukan sangat sederhana di pendapa dengan pagelaran seni secara online, tahun ini Bupati Hanindhito Himawan Pramana membuat serangkaian acara napak tilas sejarah Kediri dengan Niti Sowan Harinjing.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Adi Suwignyo, peringatan hari jadi tahun ini sebenarnya tetap digelar sederhana. Mengingat, masih masa pandemi. Meski begitu, kegiatan seremonial sederhana dilakukan untuk menapak jejak-jejak Prasasti Harinjing yang ditemukan di Kebun Kopi Sukabumi di Desa Siman, Kecamatan Kepung pada 1916 lalu. “Jadi kegiatan napak tilas ini memang diharapkan bisa menjadi refleksi diri dalam rangka menyongsong Hari Jadi Kediri pada 25 Maret,” jelas Suwignyo.
Karena itulah, rangkaian akan dilakukan mulai Rabu (23/3) dengan merasakan malam bersama masyarakat Kepung di lokasi ditemukannya Prasasti Harinjing. Yaitu di Desa Siman, Kecamatan Kepung. Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Kediri, Dhito rencananya akan kemping bersama di sekitar Waduk Siman yang berada tak jauh dari aliran Sungai Harinjing.
Pagi harinya, napak tilas akan dilanjutkan keesokan paginya dengan melakukan prosesi prasasti di Balai Desa Siman, Kecamatan Kepung. Dilanjutkan dengan doa bersama di sekitar lokasi Prasasti Harinjing pertama kali ditemukan di sekitar punden Mbah Gurit.
Selain itu, melanjutkan kebiasaan tahun lalu, Dhito akan ziarah leluhur ke Makam Setono Gedong. Menurut Suwignyo, dengan kegiatan napak tilas ini, Dhito berharap bisa meneladani Bhagawan Ta Bari sebagai tokoh pelopor pembangunan Kediri di masa lalu. Untuk dasar membangun Kediri lebih maju di masa depan.
Selain rangkaian Niti Sowan Harinjing, rangkaian perayaan hari jadi akan dimulai Rabu (23/3) dengan prosesi pengambilan air 7 sumber. Yaitu, di Tirto Kamandanu, Sumber Tawa, Sumber Bedhug, Makam Gus Mik, Makam Mbah Mursad, Sumber Surowono, dan Sumber Ubalan. Tahun ini, Pemkab Kediri mengambil tema Hari Jadi Kabupaten Kediri “Kadiri Raya Mukti, Hayo Gumregah Nyawiji. Tema ini memiliki arti Kediri Raya Sejahtera, Ayo Bangkit Sejahtera.
Sementara itu, setelah pengambilan air di tujuh sumber, pada 25 Maret nanti, akan digelar prosesi hari jadi Kabupaten Kediri dengan pembacaan prasasti Harinjing di Pendapa Panjalu Jayati. Selanjutnya, juga digelar launching busana khas Kediri, pameran keris dan pameran foto “Kediri 1000 Situs Bersejarah” serta parade cikar yang akan mengambil rute dari Kecamatan Pagu.
“Selain itu, akan digelar para seni budaya yang bisa dinikmati masyarakat secara online,” terang Suwignyo. Mulai jaranan Rogo Samboyo dari Desa Kaliboto, Tarokan. Kemudian, Kenaren dari Desa Brumbung, Kepung. Ada pula kesenian Tiban dari Kecamatan Ngadiluwih, Jaranan Door Sekar Budaya dari Kecamatan Kras.
Tidak ketinggalan gelaran Jaranan Jowo Kreasi Ki Jati Moyo dari Desa Batu Aji, Ringinrejo. Kemudian, ada Wilis Café Gathering atau Festival Kopi di area Parkir Dholo pada Minggu (27/3) lalu. “Nantinya rangkaian acara akan ditutup dengan pagelaran Wayang Panji “Wayang Krucil Ki Harjito” bertempat di joglo belakang Pemkab Kediri. (dea/ut)
Editor : adi nugroho