Boscu seperti orang kesurupan. Tiba-tiba, dia menantang berduel orang yang ditemui di jalan. Padahal, Boscu tidak mengenal. Dia juga tak punya dendam dengan orang yang lewat itu. Namun, Boscu dengan lagak seorang jagoan mengajaknya berduel. “Ayo duel sama aku,” tantangnya sambil berkacak pinggang.
Awalnya, tidak ada yang menggubris tantangan Boscu. Mereka menganggap Boscu adalah orang gila atau kesurupan. Karena dia ngomong tak karuan dan marah-marah tak jelas.
Namun, saat Boscu memaki seorang pemuda di jalan, tiba-tiba pemuda itu terpancing emosi. Dia menerima tantangan Boscu. Mereka sepakat berduel satu lawan satu. Tangan kosong. Tak boleh ada senjata tajam. Tak boleh mengaku kalah sebelum knock out (KO). Tidak ada wasit. Tidak boleh lari dari arena.
Dengan sok jagoan, Boscu langsung melayangkan pukulan dan tendangan. Ternyata, lawannya adalah jago beladiri. Tak ayal, Boscu menjadi bulan-bulanan. Pukulan dan tendangan Boscu yang tak bertenaga dengan mudah ditangkis dan dihindari. Boscu malah dihajar. Beberapa kali jatuh ke tanah. Boscu dengan sempoyongan berusaha bangkit. Melihat hal itu, dua teman Boscu yang sebelumnya hanya menjadi suporter, akhirnya membantu. Mereka mengeroyok pemuda itu.
Anehnya, meski dikeroyok, Boscu dan dua temannya, pemuda ahli beladiri ini tidak lari. Pukulan dan tendangan yang dilayangkan Boscu dan dua temannya berhasil ditangkis atau dihindari. Sedangkan, pukulan dan tendangan pemuda itu mendarat telak di wajah dan tubuh Boscu dan dua temannya. Akibatnya, Boscu dan dua temannya harus babak belur.
Beruntung, Boscu dan dua temannya tidak terluka terlalu parah. Karena warga yang melihat perkelahian itu segera datang dan melerai. Mereka juga melaporkan perkelahian itu ke polisi. Beberapa menit kemudian, polisi datang.
Boscu dan dua temannya langsung diinterogasi. Saat ditanya, Boscu menjawab ngelantur. “Saya kuat. Saya keturunan Hercules,” ujar Boscu dengan sempoyongan.
Melihat tingkah laku Boscu dan dua temannya yang seperti orang teler, membuat polisi curiga. Mereka digeledah. Hasilnya, polisi menemukan sembilan butir pil dobel L di tas milik Boscu. Ternyata, Boscu dan dua temannya baru saja pesta dobel L. Sehingga, mereka merasa kuat tetapi kenyataannya adalah nol. Boscu dan dua temannya langsung diborgol.
Mereka digelandang ke Mapolres Nganjuk. Pintu tahanan mapolres dibuka dan ketiganya dijebloskan.
Editor : adi nugroho