Merawat kucing tidak boleh sembarangan. Jika tidak cermat membersihkan kandang, hewan peliharaan tersebut rawan terkena penyakit scabies (kudis). Risiko terbesarnya adalah kematian.
“Penyakit scabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh parasit atau tungau,” jelas drh Larasati, dokter hewan di Klinik Hewan Asa kepada Jawa Pos Radar Kediri awal bulan lalu.
Menurutnya, ketika dalam kulit sudah terkena parasit, biasanya membuat kucing merasa tidak nyaman. Kucing akan menggaruk bagian tubuhnya yang terasa gatal.
Namun bukan berarti semua kucing yang menggaruk tubuhnya terkena scabies. Kucing yang terkena scabies akan menunjukkan beberapa gejala. Mulai dari bulu yang mudah rontok, kulit yang memerah, gatal-gatal dan garukan yang hebat.
Garukan tersebut membuat kulit kucing terluka hingga mengeluarkan darah.
Dari keterangan yang didapatkan oleh Jawa Pos Radar Kediri, scabies kucing dapat ditularkan dari satwa liar atau kucing ke kucing dan kucing ke manusia. Seekor kucing dengan kondisi ini akan merasa gatal dan juga mengalami bintik-bintik merah serta meradang di telinga, wajah, dan kaki yang dapat menimbulkan koreng. Tungau penyebab scabies kucing bernama Sarcoptes Scabiei yang menular ke hewan dan manusia. “Jika menular ke manusia akan menjadi benjolan merah kecil,” imbuhnya.
Meski dapat menular ke manusia, namun tidak separah saat menyerang kucing. Sehingga untuk mengobatinya, memang harus segera membawa kucing ke dokter hewan. Perempuan berusia 27 tahun ini mengatakan, penyakit scabies harus menggunakan obat yang tepat. Karena jika tidak scabies akan muncul kembali jika tidak dicabut dari akarnya. “Percuma pakai obat semprot, karena hanya mengobati bagian luarnya saja,” kata Larasati.
Kucing yang terkena scabies yang tidak segera ditangani, akan membuat kucing tersebut mati. Meski menyerang bagian kulit, penyakit tersebut membuat kucing tidak memiliki napsu makan. Dan tubuhnya akan mengurus, dan akhirnya mati. Kejadian ini sering terjadi pada kucing liar.
Perempuan yang merupakan lulusan Kedokteran Hewan Unair ini mengatakan selama dilakukan perawatan, kucing yang terkena scabies tidak boleh bersama dengan kucing lainnya. (ara/baz)
Editor : adi nugroho