Sumardiono adalah salah satu pelanggan setia Jawa Pos Radar Nganjuk. Bahkan, sebelum Jawa Pos Radar Nganjuk berdiri, Manajer Persenga ini sudah berlangganan Jawa Pos sejak 1989. Kecintaannya terhadap berita-berita di koran harian ini semakin meningkat saat Jawa Pos Radar Nganjuk berdiri dan berita tentang sepak bola Kota Angin dimuat.
ANDHIKA ATTAR. NGANJUK, JP Radar Nganjuk.
“Sudah 32 tahun saya langganan Jawa Pos. Saya semakin cinta saat Jawa Pos Radar Nganjuk berdiri,” ujar Manajer Persenga Sumardiono saat ditemui wartawan koran ini di rumahnya kemarin. Karena itu, di rumahnya, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Nganjuk, tumpukan koran Jawa Pos Radar Nganjuk sangat banyak. Semua tertata rapi. Berita-berita tentang sepak bola dan Persenga menjadi favorit Sumardiono. Karena itu, jangan tanya isi berita Persenga di koran. Sumardiono pasti akan bisa menceritakannya dengan detail.
“Berita-berita Persenga yang dimuat Jawa Pos Radar Nganjuk, saya koleksi,” ujar Sumardiono. Dalam sehari, berita tentang Persenga itu bisa dibaca lebih dari dua kali. Baginya, suatu kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri, Persenga bisa dimuat Jawa Pos Radar Nganjuk. Karena itu menjadi motivasi buat dirinya dan pemain untuk memberikan yang terbaik bagi Supermania-julukan suporter Persenga.
Sayang, Sumardiono belum bisa membawa Persenga meraih prestasi gemilang di Liga 3 Jatim dan Piala Soeratin U-17. Persenga senior dan Persenga junior tidak bisa lolos dari babak penyisihan grup.
Meski demikian, Sumardiono tidak mau berputus asa. Dia dan manajemen Persenga sepakat untuk terus berusaha membawa Persenga berprestasi. Meski harus merogoh kocek pribadi, Sumardiono tidak merasa keberatan. Dia ingin Persenga bisa berprestasi dan mengharumkan Kota Angin. Sehingga, menjadi headline di Jawa Pos Radar Nganjuk. “Mudah-mudahan tahun depan, Persenga bisa berprestasi,” harapnya.
Yang menarik, pensiunan PNS ini rela membeli koran Jawa Pos Radar Nganjuk di eceran jika tidak sempat membaca koran di rumah. Karena baginya, informasi di koran terbesar di Nganjuk dan sekitarnya ini sangat penting. Karena koran merupakan media massa terpercaya akurasinya. “Rasanya ada yang kurang jika tidak membaca koran Jawa Pos Radar Nganjuk,” ujarnya.
Seiring jabatannya sebagai Manajer Persenga dan namanya sering jadi narasumber, Sumardiono mengaku jadi jujugan teman-temannya saat bertanya tentang sepak bola. Karena itu, dia juga harus mengupdate informasi-informasi tentang sepak bola. Tidak hanya Persenga tetapi sepak bola di tingkat nasional hingga internasional.
Saat masih aktif menjadi PNS, Sumardiono juga rajin membawa koran Jawa Pos Radar Nganjuk ke kantor. Selain dibaca sendiri, koran itu juga dipinjam teman-temannya saat istirahat. Mereka biasanya membaca koran secara bergantian. “Banyak yang suka baca koran di kantor,” imbuhnya.
Editor : adi nugroho