Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kampung Pecut di Kelurahan Kemasan Jadi Ikon Seni Kota Kediri

adi nugroho • Senin, 20 Desember 2021 | 17:13 WIB
kampung-pecut-di-kelurahan-kemasan-jadi-ikon-seni-kota-kediri
kampung-pecut-di-kelurahan-kemasan-jadi-ikon-seni-kota-kediri


Sesuai namanya, di Kelurahan Kemasan lahir seniman-seniman pecut lintas generasi dan gender. Berkat kiprah mereka, pertunjukan Pecut Samandiman kini tidak hanya dinikmati warga Kota Kediri. Bahkan, perempuan pun kini gandrung dengan Pecut Samandiman.


 


REKIAN, Kota. JP Radar Kediri


Untuk menjadikan Kelurahan Kemasan sebagai Kampung Pecut butuh waktu yang tidak sebentar. Adalah Mohammad Hanib, 53, warga setempat yang sejak awal berusaha memopulerkan pertunjukkan Pecut Samandiman di berbagai tempat.


          “Awalnya, saya ke desa-desa untuk memainkan Pecut Samandiman,” kenang pria yang menjadi seniman jaranan sejak 1998 silam itu. Pertama kali memainkan Pecut Samandiman pada 2014 silam, dia kerap diremehkan. Pertunjukan pecut dianggap tidak bisa memberikan tontonan yang menarik.


          Meski sering diremehkan, kakek dua cucu itu punya keyakinan jika pertunjukan pecut akan mendapat tempat di hati masyarakat Kediri. Keyakinannya itu bukan tanpa alasan. Melainkan karena Pecut Samandiman punya legenda yang lekat dengan Kediri.


          Di sela penampilan para seniman di GOR Jayabaya Kota Kediri kemarin (19/12), Hanib menceritakan kembali tentang pecut yang kini jadi ikon Kota Kediri itu.“Legendanya, itu (Pecut Samandiman, Red) adalah pusaka yang bisa mengalahkan raja dari Lodoyo Blitar, sang Singo Barong,” kenangnya.


          Pecut Samandiman dahulu dimainkan oleh Pujangga Anom, yang tak lain seorang patih. Dia adalah adik dari Putri Songgo Langit. Anak Raja Lembu Amiseno dari Kediri. Cerita itu yang diyakini pria lulusan SMA tersebut bisa mengangkat pertunjukan Pecut Samandiman.


          Untuk mengenalkan pecut, pria yang ditunjuk sebagai ketua Kampung Pecut itu memulainya dari lingkungan terdekat. Yakni dari keluarga. Istrinya, Ruli Trisnawati, adalah pemain Pecut Samandiman. Hingga kini, dua cucunya yang berusia lima tahun dan tujuh tahun juga sudah memainkan pecut di pertunjukan. “Keluarga saya bisa main pecut semua,” kata bapak satu anak sembari tergelak.


          Setelah keluarganya akrab dengan Pecut Samandiman, barulah dia mengenalkan pecut itu kepadwa warga Kelurahan Kemasan. Belakangan pemain pecut tidak hanya laki-laki. Perempuan pun tak lagi gentar memainkan benda besar dan panjang dengan suara menggelegar itu.


          Sekarang, pemain Pecut Samandiman putri sudah mencapai 15 orang untuk usia dewasa. Sedangkan anak-anak yang antusias bermain pecut mencapai puluhan. “Sekarang anak-anak karang taruna juga sudah memainkan pecut,” tuturnya senang. Demikian pula lembaga pemberdayaan masyarakat kelurahan (LPMK) yang ikut kecanduan pecut.


          Untuk semakin meneguhkan identitas Kelurahan Kemasan sebagai Kampung Pecut, kini di setiap sudut kampung akan dipasang lampu yang punya ciri khas pecut. Lampu yang dipajang di tepi jalan Kelurahan Kemasan itu tingginya mencapai 3,5 meter.


Konstruksinya mulai dari besi, ada fiberglass, hingga pipa galvanis. Bentuknya mirip dengan Pecut Samandiman yang panjangnya hingga belasan meter itu.


          Selain menonjolkan bentuk pecut, bagian lain yang ditampilkan adalah empat topeng yang melingkar seperti cincin. Dua sisi bergambar Panji. Sedangkan dua sisi lagi Sekartaji. “Dua tokoh itu menjadi juga jadi ikon Kota Kediri,” papar Hanib sembari menyebut pembiayaan pemasangan lampu diambilkan dari anggaran Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas) plus.


          Meski mereka sudah banyak menggagas ide untuk memperkuat identitas Kampung Pecut, diakui Hanib masih ada yang kurang lengkap di Kelurahan Kemasan. Yakni, tempat pertunjukan khusus untuk wisatawan.


          Dia berharap ke depan pertunjukan Pecut Samandiman bisa dipentaskan secara sederhana tetapi kontinyu. “Kelak wisatawan yang datang ke sini (Kelurahan Kemasan, Red) diedukasi tentang memainkan pecut sampai praktik main pecut bersama seniman,” urainya.


          Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Zachrie Ahmad menjelaskan, penetapan Kelurahan Kemasan sebagai Kampung Pecut ini diharapkan bisa memberi manfaat bagi wisata di Kota Kediri. “Kampung Pecut ini memang punya karakter yang menarik,” tandasnya. (ut)


 


 


 

Editor : adi nugroho
#usaha #radar kediri #berita terkini #budaya #kediri #info kediri #info terkini #jaranan #seni #kesenian #berita kediri