Perawatan yang dilakukan tim Home Care Peduli RSUD Gambiran berbeda dengan perawatan yang dilakukan di RS. Mereka biasa merawat pasien di rumah hingga bertahun-tahun. Interaksi itu membuat tim akrab tak ubahnya keluarga.
ILMIDZA AMALIA NADZIRA, Kota, JP Radar Kediri
Jarum jam menunjukkan pukul 08.30, Jumat (3/12) lalu. Tiga perempuan dan seorang laki-laki yang tak lain Kristika, 39; Nitrasari, 44; Feny Susanti, 29; dan Puguh Siswoyo, 46; bersiap meninggalkan Instalasi Home Care Peduli RSUD Gambiran.
Pagi itu, mereka bersiap untuk melakukan perawatan terhadap pasien kakak beradik penderita cerebral palsy di Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota Kediri. Dua balita itu tidak bisa menjalani perawatan di RS karena keterbatasan akses. Tidak memiliki motor. Sang ibu balita juga tak bisa berjalan hingga kesulitan pergi ke RSUD Gambiran.
“Kami (tim Home Care Peduli, Red) memang dibentuk untuk melayani pasien miskin yang tidak bisa mengakses rumah sakit atau pelayanan kesehatan lainnya,” tutur Koordinator Home Care Peduli Kristika.
Berdiri sejak 2016 silam, tim Home Care Peduli menyadari jika banyak pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang kesulitan menjangkau pengobatan di RS. Pasien-pasien itulah yang menjadi sasaran tim.
Bagas Marwan Alaudin, 4; dan Rendi Nur Karim, 3; yang didatangi tim pagi itu sudah mendapat perawatan sejak 2018 silam. Bayi berat badan lahir rendah itu rutin didatangi tim Home Care untuk terapi setiap hari Jumat.
Praktis, seminggu sekali tim harus melakukan terapi terhadap dua putra pasangan Marianto, 39; dan Suryani, 26 tersebut. “Sudah kami anggap anak sendiri, begitupun orang tuanya sudah kami anggap seperti keluarga,” lanjut Kristika sambil bercanda dengan Suryani.
Berkat perawatan selama tiga tahun terakhir, perkembangan Bagas dan Rendi kian membaik. Tidak hanya berat badannya yang bertambah, tetapi dua balita yang semula tidak bisa bergerak itu kini mulai bisa menggerakkan tangan dan kakinya. Mata mereka juga mulai merespons.
Melihat kondisi Bagas dan Rendi yang kian membaik, Kristika dan tim lain tersenyum gembira. Setelah itu mereka terlihat banyak mengobrol dengan Suryani dan suaminya. “Ya seperti ini. Tak jarang kami diajak curhat berbagai masalah di luar medis,” imbuh Kristika semringah. (ut)
Editor : adi nugroho