Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kiprah Andi ‘AFI’ Nugroho Pascasukses di Ajang Pencarian Bakat 

adi nugroho • Senin, 18 Oktober 2021 | 17:00 WIB
kiprah-andi-afi-nugroho-pascasukses-di-ajang-pencarian-bakat
kiprah-andi-afi-nugroho-pascasukses-di-ajang-pencarian-bakat

Popularitas Andi Nugroho alias Andi AFI sempat melejit setelah meraih juara II ajang olah vokal di stasiun televisi nasional 2006. Kini suami Adyta Putri Pertama Sari tersebut tinggal di Jl KH Ahmad Dahlan, Kota Kediri. Bagaimana kiprahnya. Berikut wawancaranya.


 


 


Halo Mas Andi, apa kabar? Apa kegiatan akhir-akhir ini?


Alhamdulillah kabar baik. Kegiatan akhir-akhir ini saya punya usaha barber shop dan masih aktif di dunia musik. Ngeband, sambil membuat karya berupa lagu ciptaan sendiri. Lagu terbaru yang saya ciptakan ini judulnya Indonesia Kuat. Di mana lagu ini diciptakan untuk nakes (tenaga kesehatan) yang berjuang selama pandemi Covid-19.


 


Pernah mengikuti ajang pencarian bakat AFI, bagaimana ceritanya ?


Flash back-nya ini di era saya tahu itu banyak kompetisi vokal. Jika di (stasiun televisi) Indosiar, AFI. Sedangkan di RCTI ada Idol. Tidak tahu kenapa saya suka ajang seperti itu. Dengan mengikuti AFI, saya bisa terkenal. Awalnya saya ikut tahun 2004. Setelah lulus SMA saya sempat ikut AFI 3. Namun sayangnya pada waktu itu hanya sampai masuk 10 besar di Jawa Timur. Kemudian ikut lagi pada tahun 2005, pesertanya hingga beribu-ribu. Saya hanya masuk 70 besar. Karena peringkatnya semakin turun, untuk kembali ikut tahun 2006, dilakukan evaluasi dari kegagalan sebelumnya. Dari dua pengalaman tersebut, ada dua formula agar lolos AFI. Waktu itu yang dievaluasi adalah lagu yang dibawakan. Dangdut nggak siap. Ketika tahun 2006 saya sudah menyiapkan semua jenis lagu. Jadi jika disuruh lagu apapun saya bisa.


 


Pada waktu itu kompetisinya seperti apa?


Kompetisi pada era saat itu sangat ketat. Karena untuk terkenal pada zaman dahulu tidak seperti sekarang. Kalau sekarang untuk terkenal tinggal membuat channel Youtube asal booming jadi terkenal. Namun zaman dahulu, ajang musik membuat kita naik dengan cepat. Salah satunya adalah AFI. Makanya saya memilih jalan pintasnya dengan itu. Apalagi waktu itu tidak punya kenalan di Jakarta atau punya saudara di dunia rekaman. Jika tidak punya relasi yang dekat banget, akan susah banget.


 


Setelah kompetisi ini, kelanjutannya seperti apa?


Kelanjutannya saat itu sempat nyanyi di daerah sendiri, di Kota Kediri dan Surabaya. Lanjutan dari pihak Indosiar tidak ada kontrak. Sempat tampil, namun sifatnya hanya beberapa kali. Setelah AFI saya masih tetap main musik dan sempat rekaman dengan anak Jakarta, namanya Relife tahun 2008. Selain rekaman juga promo, cuma karena untuk tembus pasar industri ini susah.


 


Di luar dunia karir, untuk kehidupan pribadi bagaimana? Bisa diceritakan ketika bertemu dengan istri?


Saya bertemu dengan Adyta Putri Pertama Sari ini tahun 2012 dan menikah pada tahun 2013. Ketemu istri waktu itu melalui sosial media berupa BBM (Blackberry Messenger). Kebetulan istri saya adalah temannya teman SD saya. Pada waktu itu saya minta untuk dikenalkan. Di foto istri saya terlihat cantik dan menarik, saya ingin berkenalan.


 


Apa yang membuat cocok dengan istri?


Yang membuat cocok kami sama-sama suka di bidang seni. Kalau saya di bidang musik, istri di bidang tari. Intinya kalau cocok pastinya jodoh.(habibah a muktiara/ndr)


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Editor : adi nugroho
#radar kediri #kediri #musisi