Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kiprah Umi Salamah sebagai Duta Vaksinasi Disabilitas Nasional

adi nugroho • Senin, 6 September 2021 | 01:11 WIB
kiprah-umi-salamah-sebagai-duta-vaksinasi-disabilitas-nasional
kiprah-umi-salamah-sebagai-duta-vaksinasi-disabilitas-nasional


Keterbatasan fisik tidak menurunkan tekad dan semangat Umi Salamah berbuat kebaikan. Ia dipercaya jadi ketua Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Kediri (PDKK), kepala TPQ, hingga ditunjuk staf kepresidenan sebagai duta vaksin disabilitas nasional.


 


IQBAL SYAHRONI, KABUPATEN, JP Radar Kediri


 


“Ayo buk dipasang dulu maskernya,” ujar Umi Salamah seraya memasangkan masker ke wajah Posiah, 68. Posiah adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Desa Badalpandean, Kecamatan Ngadiluwih.


Dengan nada halus, Umi juga mendampingi para bidan desa yang memberi vaksinasi terhadap disabilitas dan ODGJ. “Kami sifatnya relawan saja Mas, hanya mendampingi ke teman-teman disabilitas dan ODGJ,” ujar wanita berhijab itu.


Di samping kesibukannya mendorong disabilitas dan ODGJ, Umi sendiri baru dilantik sebagai duta vaksinasi disabilitas nasional. Makanya, status duta yang disematkan negara melalui staf kepresidenan itu dijalankan dengan sebaik-baiknya. “Kunci utamanya ya selalu semangat,” urainya.


Dengan gelar tersebut, ibu satu anak ini merasa sudah ada tanda keseriusan dari pemerintah kepada disabilitas. Karena tidak hanya dia saja yang diangkat menjadi duta vaksinasi disabilitas. “Tujuannya adalah inklusi. Yakni untuk melibatkan teman-teman disabilitas dalam kegiatan sehari-hari,” urainya.


Dengan menjadi duta vaksin disabilitas itu juga berbuah kiprahnya dalam organisasi. Perempuan asal Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih ini selalu aktif dalam kegiatan yang melibatkan disabilitas. Mulai audiensi, mendukung hak-hak disabilitas, hingga mendapatkan kesempatan belajar singkat di Universitas Sidney, Australia.


“Sejak saat itu memang masih komunikasi dengan teman-teman disabilitas lain yang juga sekolah di sana (Australia, Red). Di dalam grup, kebetulan juga ada staf kepresidenan, Mas Angkie,” terang Umi.


Perempuan yang juga ketua PDKK itu mengaku, sangat senang dengan perhatian kawan-kawan yang bergabung untuk akselerasi dengan tujuan memberikan vaksin Covid-19 kepada disabilitas dan ODGJ. “Melalui bantuan ini, kami yakin akan memudahkan kawan-kawan disabilitas datang ke puskesmas terdekat,” imbuh wanita 46 tahun itu.


Lebih lanjut, Umi pun rela melakukan kunjungan door to door ke rumah disabilitas dan ODGJ yang kesulitan ke puskesmas. “Jumlah disabilitas di Kabupaten Kediri diperkirakan lebih dari 4.000 orang. Namun yang sudah divaksin 2600-an. Dengan upaya yang sudah dilakukan ini, juga dapat menyasar dengan target yang sudah ditentukan,” terang Umi.(syi/ndr)

Editor : adi nugroho
#kediri #disabilitas