Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

‘Menggali’ Candi Klotok, Mencari Jejak Besar Kota Kediri (30/habis)

adi nugroho • Kamis, 26 Agustus 2021 | 15:23 WIB
menggali-candi-klotok-mencari-jejak-besar-kota-kediri-30habis
menggali-candi-klotok-mencari-jejak-besar-kota-kediri-30habis


Candi Klotok bukan sekadar situs. Di puncak Gunung Klotok itu tersimpan jejak peradaban Kota Kediri di masa lampau. Untuk merawatnya, pemkot berencana menjadikannya wisata budaya. Asa tersebut untuk sementara tertunda karena pandemi Covid-19.



Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Kediri Nur Muhyar mengungkapkan, sesuai studi dan hasil ekskavasi yang dilakukan bertahap bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim, pemkot berencana melanjutkan ekskavasi di Candi Klotok. “Kami lanjutkan (ekskavasi, Red) dengan mempertimbangkan kekuatan anggaran, kerja sama dengan Disbudpar Provinsi Jatim dan BPCB Jatim,” kata Nur Muhyar.


Lebih jauh Nur Muhyar menjelaskan, tahun depan disbudpar juga berencana melanjutkan ekskavasi. Hanya saja, melihat refocusing dan pengurangan anggaran, dia tidak tahu apakah rencana tersebut bisa direalisasikan atau terpangkas saat pembahasan. 


Dikatakan Nur Muhyar, Candi Klotok dan Gua Selomangleng dengan relief yang ada di sana merupakan kekayaan budaya Kota Kediri. Pemkot, jelas pria yang secara definitif menjabat asisten pemerintahan dan umum ini, berkomitmen untuk melestarikannya. Sehingga, anak cucu dan generasi selanjutnya mengetahui sejarah Kota Tahu secara utuh.


Karenanya, selain melanjutkan ekskavasi, saat ini disbudpar sudah mengajukan surat ke Perhutani KPH Kediri terkait kerja sama pengelolaan area Candi Klotok. “Itu lahannya kan punya perhutani. Makanya, kami ajukan kerja sama,” lanjutnya.


Perwakilan disbudpar dan perhutani,  tutur Nur Muhyar, sudah melakukan pengecekan lokasi. Ke depan, menurutnya akan dibuatkan nota kesepahaman atau memorandum of understanding tentang pengelolaan Candi Klotok antara pemkot dan perhutani.


Jika ekskavasi dan kerja sama pengelolaan Candi Klotok dengan perhutani sudah terealisasi, rencana pemkot untuk mewujudkan wisata budaya yang terintegrasi dengan Gua Selomangleng pun bisa segera terwujud. Dengan mengunjungi objek wisata di ujung barat wilayah Kota Kediri, pengunjung bisa melihat jejak kejayaan masa silam di sana.


Terkait detail pembuatan wisata  budaya di sana, menurut Nur Muhyar ada beberapa alternatif. Misalnya, apakah patirtan di Candi Klotok akan dikembangkan menjadi kolam renang ala zaman dahulu, atau hanya berupa situs yang tidak bisa disentuh, semuanya masih akan dikaji. “Ada beberapa pilihan, tapi kami akan mengikuti arahan arkeolog yang pertimbangannya kondisi struktur,” jelasnya.


Terlepas dari hal tersebut, pemkot berencana menghubungkan wisata budaya Candi Klotok dengan Selingkar Wilis. Sayangnya, seperti halnya realisasi wisata budaya, proyek strategis nasional (PSN) yang melibatkan sejumlah daerah di lereng Gunung Wilis itu juga macet akibat pandemi Covid-19. “Untuk Selingkar Wilis kami menunggu pusat,” imbuhnya. (ut)


Editor : adi nugroho
#budaya #pemkot kediri