Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

‘Menggali’ Candi Klotok, Mencari Jejak Besar Kota Kediri (29)

adi nugroho • Kamis, 26 Agustus 2021 | 15:14 WIB
menggali-candi-klotok-mencari-jejak-besar-kota-kediri-29
menggali-candi-klotok-mencari-jejak-besar-kota-kediri-29


Setiap sumber di Gunung Klotok menyimpan sejarah sendiri. Seperti Sumber Loh yang sejak zaman Kerajaan Kediri jadi tempat untuk bersuci. 



Sumber Loh terletak di sisi timur Gunung Klotok. Air yang deras terlihat keluar dari lubang dan akar pohon lo berukuran raksasa di sana. Keberadaan sumber di pohon lo inilah yang kemudian membuat sumber itu dinamai Sumber Loh atau Sumber Lo.


Menurut penuturan warga, air di Sumber Loh mengalir sepanjang masa. Tak kenal musim atau zaman. Sampai sekarang pun sumber yang terletak tak jauh dari Candi Klotok itu alirannya tetap besar. 


Jauh sebelum ditemukan Candi Klotok 3, aliran air dari Sumber Loh ini didapati di antara Candi Klotok 1 dan 2. Melihat lokasinya, Sumber Lo disebut-sebut terkait dengan sejarah Kerajaan Kediri. 


Arkeolog asal Tulungagung Moh. Dwi Cahyono mengatakan, cerita sejarah tentang Sumber Loh tertulis di buku Babad Kediri. Di sana disebutkan jika keberadaan sumber ini terkait dengan cerita Kerajaan Kediri dan para pelaku agama zaman dulu. 


“Sebelum adanya patirtan, orang zaman dulu itu untuk kebutuhan sehari-hari dan menyucikan diri pertama kali ya di Sumber Loh ini,” tuturnya. Hal tersebut tak lepas dari lokasi Sumber Loh yang berada di lereng bawah Gunung Klotok.


Para pelaku agama percaya, semakin tinggi dataran yang ia pijak, semakin tempat tersebut dianggap suci. Masyarakat zaman dulu percaya para leluhur dan dewa bersemayam di ketinggian. 


Karenanya, saat hendak melakukan ritual keagamaan, masyarakat melakukan penyucian diri di Sumber Loh. Jika zaman dahulu Sumber Loh dimanfaatkan secara langsung, seiring berjalannya waktu mulai dibangun patirtan untuk menampung air dari sumber yang debit airnya tergolong deras.


Lebih jauh Dwi menjelaskan, selain digunakan untuk ritual keagamaan, di zaman Kerajaan Kediri, Sumber Loh juga pernah digunakan oleh Dewi Kilisuci menyucikan diri saat hendak bertapa. Dalam buku Babad Kediri, Dewi Kilisuci bertapa di gua batu alami di punggung Gunung Klotok yang segaris dengan Gua Selomangleng.


Dewi Kilisuci yang kala itu seorang diri berada di tengah hutan Klotok yang kala itu masih sangat lebat. Air terjun di mulut goa tak henti mengalirkan air jernih dari sumber ke bebatuan cadas di sana. Salah satu aliran air di sana berasal dari Sumber Loh.


Sumber lain menurut Dwi menyebut Dewi Kilisuci bertapa di Gua Selomangleng. “Padahal beberapa buku Babad Kediri dan Serat Kediri mengatakan sebenarnya Dewi Kilisuci bertapanya di gua alami di Gunung Klotok,” jelasnya.


Dwi menuturkan, di sekitar Sumber Loh juga terdapat Gua Selobale. Di gua itulah menurutnya yang menjadi tempat bertapa Dewi Kilisuci. Adapun Gua Selomangleng menjadi gua yang pada zaman dahulu menjadi tempat semacam museum.


Saat kita naik ke Gunung Klotok, Gua Selobale samar-samar akan terlihat di seberang air terjun mini. Di sana ada gua berjumlah tiga yang satu dengan lainnya berjarak teratur dan simetris. Berukuran sekitar satu meter persegi.


“Tempat itu dulu tidak seperti ini, Ada jalan penghubung antara penjaga di seberang dan goa Selobale ini. Wilayah ini sekarang dikuasai pihak militer dan dijadikan ajang latihan perang menggunakan mortir atau meriam yang biasa digunakan masa penjajahan,” urainya. (ica/ut)



Editor : adi nugroho
#kediri #gunung klotok