Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

‘Menggali’ Candi Klotok, Mencari Jejak Besar Kota Kediri (20)

adi nugroho • Jumat, 13 Agustus 2021 | 02:05 WIB
menggali-candi-klotok-mencari-jejak-besar-kota-kediri-20
menggali-candi-klotok-mencari-jejak-besar-kota-kediri-20

Sejumlah sumber di Gunung Klotok seolah memiliki peruntukan masing-masing. Sumber yang mengairi patirtan di Candi Klotok pun berbeda dengan sumber yang airnya dikonsumsi masyarakat sekitar tiap harinya.


  


Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri Endah Setyowati mengungkapkan, ada puluhan sumber di Gunung Klotok. Sumber-sumber di sana memiliki fungsi yang beragam. “Tidak hanya mengalir ke patirtan, ada sumber yang untuk pengairan lahan pertanian dan ke rumah warga,” kata Endah.


Keberadaan aliran sungai kecil dan bercabang di Gunung Klotok, menurut Endah juga tidak terlepas dari jumlah sumber yang juga banyak. Dia pun meyakini aliran sungai di dekat kompleks Candi Klotok itu terbentuk alami.


Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, sejumlah sumber yang masih lestari hingga sekarang memang jadi tumpuan warga setempat. Terutama untuk kebutuhan minum penduduk di lereng Gunung Klotok. Salah satunya sumber Tretes.


Kepala Resort Pemangku Hutan (KRPH) Kediri Suntoko juga membenarkan tentang banyaknya sumber di Gunung Klotok. Sedikitnya ada 22 sumber dengan ukuran beragam di sana. Mulai yang berukuran kecil, sedang, hingga besar. 


Sumber kecil banyak ditemukan berupa genangan di tengah hutan. Tidak sedikit pula yang berbentuk seperti lubang kecil. Air di sumber itu biasanya dimanfaatkan oleh warga yang beraktivitas di hutan. Termasuk para pendaki yang melintas. “Sumber air kita di sini bagus-bagus. Layak diminum,” tuturnya.


Suntoko yang sudah mencoba air dari beberapa sumber di Gunung Klotok punya cara sendiri untuk menilai kualitas air di sana. Yakni, jika setelah meminum air sumber itu dia tidak sakit flu, menurutnya kualitas air masih sangat bagus.


Bagaimana dengan air sumber yang dikonsumsi warga? Suntoko memastikan air yang dimanfaatkan untuk kebutuhan harian warga itu aman. Sebab, Perhutani sudah memeriksakan air ke laboratorium. 


Selain sumber air untuk konsumsi warga, tidak sedikit sumber yang dimanfaatkan untuk pertanian. Mulai Sumber Kedungdowo, Sumber Kembang, Sumber Bendo, dan Sumber Bante. “Kalau Sumber Loh biasanya dimanfaatkan untuk air minum pendaki,” jelas Suntoko sembari menyebut di puncak Klotok sudah ada petunjuk menuju sumber tersebut. (rq/ut/bersambung)


Editor : adi nugroho
#mojoroto