Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Vera Moeljadi, General Manager Lotus Garden Hotel Kediri

adi nugroho • Selasa, 10 Agustus 2021 | 19:29 WIB
vera-moeljadi-general-manager-lotus-garden-hotel-kediri
vera-moeljadi-general-manager-lotus-garden-hotel-kediri

Beragam cara dilakukan Vera Moeljadi, general Manager Lotus Garden Hotel Kediri untuk memetik inspirasi demi menunjang karier. Membaca novel salah satunya. Membaca novel, menurut Vera, adalah hobi yang membuatnya terus berpikir. 



Bagi Vera, orang yang banyak berpikir akan meningkatkan daya imajinasi. Sehingga dapat membuat otak lebih kreatif. Menjadi orang kreatif bisa didapat dari mana saja. Tak terkecuali saat membaca novel. "Kita harus mengasah otak untuk terus berimajinasi dan berinovasi," tutur wanita kelahiran Kota Surabaya itu. 


  Ibu dua anak itu banyak terinspirasi dari cerita-cerita novel beraliran misteri dan fantasi. Di genre tersebut, pembaca seperti Vera seolah tertantang untuk dapat memecahkan banyak problem yang ada dalam novel. 


Misteri-misteri rumit kadang membuat pembaca akan berimajinasi. Imajinasi itu memunculkan banyak kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Asumsi yang menjadi bahan inspirasi pembaca untuk bisa memecahkan misteri yang tersembunyi. 


Ada banyak solusi untuk memecahkan sebuah misi yang ada di novel. Bagi Vera, belajar memecahkan suatu problem adalah modal awal dalam membangun sebuah karier. "Seperti orang yang mengejar mimpi, ia akan memunculkan banyak cara yang akan mereka terapkan untuk menggapai mimpi itu," ujarnya mencontohkan. Vera menjelaskan, meski cerita di novel adalah fiksi, novel juga ada yang beraliran realis. Beberapa novel lahir dari cerita nyata yang difiksikan. Jadi, cerita yang dibangun sering diadopsi dari cerita nyata. 


Bahkan novel juga banyak menjadi bahan inspirasi bagi beberapa pelaku seni untuk menciptakan karya fenomenal. Di dalam novel juga banyak menyimpan nilai-nilai penting yang tersembunyi. "Saya sering menemukan nilai moral yang mengubah pandangan hidup saya," jelasnya. 


Selama ini banyak sekali novel yang sudah ia baca. Namun, Vera lebih mengidolakan novel-novel asal Negeri Britania Raya. Mengapa Inggris? Menurutnya, Negeri Ratu Elizabeth adalah salah satu gudangnya penulis kondang. Seperti Sir Arthur Conan Doyle lewat novel detektif Sherlock Holmes, George Orwell, hingga J. K. Rowling. Karya novelis Inggris selalu best seller karena alur ceritanya berkelas. "Banyak sekali alur cerita yang menjebak, jadi otak ini bisa terasah untuk memecahkan itu," ucap Vera. 


Membaca novel merupakan hobi yang Vera geluti sejak duduk di bangku SMA. Vera remaja sebenarnya banyak membaca dan mengoleksi karya-karya fiksi dengan banyak genre. Ia pribadi lebih menyukai novel-novel klasik. Seperti Barbara Cartland dan William Shakespeare. Sebab, novel klasik baginya memiliki cerita yang menarik dibanding novel populer saat ini. Dari banyak novel yang ia baca, tak semua genre novel Ia gemari. "Saya lebih suka baca novel crime dan insvestigasi," terang Vera. 


Tak hanya mendapat banyak inspirasi, novel-novel Inggris juga berhasil menambah kosa kata bahasa Inggrisnya. Semakin banyak baca novel Inggris, semakin ia banyak tahu tentang bahasa Inggris. Ia juga sering mempraktikkan dialog antar tokoh dalam novel dengan aksen british.


Kepiawaiannya berbahasa Inggris menjadi modal awal Ia membangun karier. Sejak umur 19 tahun, Vera mulai berkarir di perhotelan. Karena mahir mengolah kata berbahasa Inggris, Vera ditempatkan di bagian operator hotel dan berlanjut ke bagian resepsionis. 


Vera memulai karir pertamanya pada tahun 1995. Tahun itu, Ia langsung diterima menjadi pegawai hotel bintang lima di Hotel Sheraton Surabaya. Selama berkarir di dunia perhotelan, Vera sudah meniti karir di puluhan hotel berkelas di Jawa Timur. 


Seperti di Jaringan Accor Hotel: Mercure, Ibis, Novetel dan Tune Hotel by AirAsia. Selain di Jawa Timur, Vera juga pernah bekerja di Aston Hotel Lampung. Saat ini Ia berhasil menjadi general manager di Hotel Lotus Garden Kediri. Pencapaian itu Ia mulai dari hobi membaca dan kemampuan public speaking yang baik. "Karena hobi tersebut, saya dapat mengasah diri dalam berkarier," tutur Vera. 


Di jenjang akademik, Vera pernah kuliah di jurusan ilmu komunikasi di kampus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Surabaya. Karena terhambat oleh karier pekerjaan, ia memutuskan untuk berhenti kuliah. Vera kemudian melanjutkan jenjang S1-nya di Kampus STIE Yapan Surabaya pada tahun 2014, ia mengambil jurusan managemen. Kini Vera melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. Vera mengambil S2 di Universitas WR Supratman Surabaya, jurusan manajemen sumber daya manusia (MSDM). "Karier penting, sama pentingnya dengan pendidikan, jadi keduanya harus kita gapai setinggi mungkin," ucap perempuan yang juga hobi travelling itu. 


Selain karena menghasilkan penulis novel, Vera juga menyukai Inggris karena melahirkan chef hebat. Chef idolanya banyak menginspirasi Vera dalam meracik menu masakan saat berkarir di dunia perhotelan. Sejak remaja Vera memang hobi memasak. Banyak hasil racikannya menjadi menu andalan hotel. Dari hobinya itu, Vera mengidolakan dua chef asal Inggris. Yakni, Jamie Oliver dan Gordon James Ramsay. Mereka berdua adalah juru masak terkemuka, selebriti dan pengusaha restoran. Namanya sudah melanglang buana di beberapa stasiun TV di Inggris. 


Vera menjelaskan, kedua idolanya itu, sebenarnya memiliki pribadi yang berbeda. Jamie Oliver lebih mengispirasi Vera dari segi pemanfaatan tumbuhan yang ada di sekitarnya. Ia punya peternakan dan perkebunan luas di sekitar rumahnya. Semua itu Ia manfaatkan menjadi masakan yang bernilai jual tinggi. Kemudian, Gordon James Ramsay lebih dikenal lewat trik masak dan bagaimana cara mempresentasikan masakan. "Mereka sangat komunikatif dan kharismatik," pungkas Vera. (ik4/dea)

Editor : adi nugroho
#baca novel #novel