Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

‘Menggali’ Candi Klotok, Mencari Jejak Sejarah Besar Kota Kediri (6)

adi nugroho • Kamis, 29 Juli 2021 | 23:18 WIB
menggali-candi-klotok-mencari-jejak-sejarah-besar-kota-kediri-6
menggali-candi-klotok-mencari-jejak-sejarah-besar-kota-kediri-6

Gua Selomangleng menjadi objek wisata di lereng Gunung Klotok yang dikenal luas. Bukan saja keindahan alamnya yang menarik minat pengunjung. Melainkan juga cerita sejarah yang berkembang di sana. 



Rais, 83, Mangku Pura Penataran Agung Kilisuci mengatakan, Gua Selomangleng merupakan tempat bertapa Dewi Kilisuci. Dia melaksanakan pertapaan setelah menolak tahta kerajaan yang diwariskan kepadanya. “Dewi Kilisuci tidak menikah. Dia menyucikan diri lalu bertapa di Gua Selomangleng,” tuturnya. 


Dalam perjalanannya, Gua Selomangleng setinggi 40 meter itu sempat diubah oleh Dewa Anoman. Pria yang kala itu masih menjadi resi itu disebut-sebut juga bertapa di sana.


Di tempat terpisah, Arkeolog Dwi Cahyono juga mengamini jika Gua Selomangleng adalah tempat para resi bertapa. Bahkan, dia mengklaim gunung Klotok merupakan kompleks para pertapa. 


Khusus untuk Gua Selomangleng, dia juga tidak menampik jika tempat tersebut bisa saja ditempati para resi perempuan yang bertapa. “Kili itu berarti pertapa wanita. Mungkin saja ada pertapa wanita di sana,” urai Dwi.


Memperkuat pernyataan Dwi, Kepala Unit Penyelamatan dan Pengamanan Cagar Budaya BPCB Trowulan Jatim Nugroho Harjo Lukito menjelaskan, kompleks Gunung Klotok memiliki riwayat kehidupan keagamaan yang cukup panjang. Berdasar temuan BPCB, peninggalan jejak keagamaan di kawasan Gunung Klotok memang lebih dulu diketahui di kawasan Gua Selomangleng. “Gua di sana dibagi menjadi dua. Yaitu, Hindu dan Budha,” imbuhnya. 


Video Gua Selomangleng Kediri: Tempat Bertapa Dewi Kilosuci


Terlepas dari deretan sejarah yang menyertainya, Gua Selomangleng sekarang menjadi destinasi wisata favorit di Kota Kediri. Selain cerita sejarahnya, pemkot juga melengkapi kawasan wisata tersebut dengan berbagai wahana untuk menarik minat pengunjung lokal dan luar daerah.


Kepala Bidang Pariwisata Disbudparpora Kota Kediri M. Ayub menyebut wisata Gua Selomangleng memang memiliki daya pikat tersendiri. Sebelum dilanda pandemi Covid-19, jumlah pengunjung tiap bulan mencapai ribuan orang. “Kompleks Gua Selomangleng juga sering jadi tempat untuk mengisi kegiatan Hari Jadi Kota Kediri,” ujar Ayub.


Hingga Juli ini kompleks Gua Selomangleng masih ditutup. Berbagai kegiatan dan event yang biasanya digelar di sana pun ditiadakan. “Sekarang tidak ada kegiatan,” jelas Ayub sembari menyebut kompleks Gua Selomangleng yang berada di dekat Pura Penataran Agung Kilisuci juga jadi obyek wisata religi. (rq/ut/bersambung)

Editor : adi nugroho
#gua selomangleng #dewi kilisuci