Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenal Jayastamba, Ikon Kabupaten Nganjuk (3)

adi nugroho • Rabu, 28 Juli 2021 | 20:23 WIB
mengenal-jayastamba-ikon-kabupaten-nganjuk-3
mengenal-jayastamba-ikon-kabupaten-nganjuk-3


Prasasti Jayastamba atau Tugu Kemenangan ternyata memiliki nama lain. Masyarakat Nganjuk tidak hanya memanggil prasasti yang akan dibangun di pusat Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN) sebagai iko Nganjjuk, dengan nama Jayastamba. Namun, masyarakat juga akrab menyebut prasasti yang ada di Nganjuk dan Laos itu sebagai Prasasti Candi Lor.


PRASASTI Jayastamba sangat erat kaitannya dengan Candi Lor. Pasalnya, prasasti ini ditemukan di candi yang terbuat dari batu bata tersebut. Karena itu, masyarakat menyebut Jayastamba sebagai Prasasti Candi Lor.


Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Nganjuk, prasasti ini berdiri dengan gagah di sebelah barat candi tersebut. Penempatan prasasti ini di sisi barat lantaran pintu masuk menuju Candi Lor sejatinya dari sisi barat. Sehingga, pada zaman dahulu, masyarakat yang hendak masuk ke area candi akan langsung disambut dengan keberadaan Jayastamba.


“Jayastamba ini menghadapnya sama dengan Candi Lor yaitu menghadap ke barat,” ujar Kasi Sejarah, Snei Tradisi, Museum, dan Kepurbakalaan Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Nganjuk Amin Fuadi kemarin.


Hanya saja, pintu masuk untuk menuju candi tersebut sekarang diganti. Pintu masuk utama menuju Candi Lor berada di sisi utara candi. Menyesuaikan jalan Panglima Sudirman, Candirejo, Loceret. Untuk diketahui, tugu ini sendiri didirikan pada tahun 859 Saka atau 937 Masehi.


Prasasti Candi Lor atau Jayastamba ini sendiri menceritakan banyak hal. Namun yang utama adalah tentang pemberian hadiah berupa Sima Swatantra kepada masyarakat setempat. “Sima Swatantra merupakan desa atau tanah yang bebas pajak,” terang Amin.


Tanah perdikan ini diberikan Mpu Sindok karena rakyat setempat telah banyak membantu memenangkan perang melawan Trah Wangsa Sailendra Sriwijaya.


Amin mengatakan, perang terjadi karena adanya dendam secara turun-temurun antar sesame trah wangsa Sailendra dari Sriwijaya dan Jawa.


Dari sejarah Panjang tersebut, sangat pantas apabila Jayastamba kemudian dijadikan ikon kebanggaan warga Kota Angin. “Jayastamba sendiri memiliki arti tugu kemenangan. Sehingga sangat cocok untuk menjadikannya sebagai ikon Nganjuk,” tandas Amin.


Candi Lor ini merupakan tempat yang monumental. Karena apabila Mpu Sindok tidak dibantu dalam peperangan dan kalah, bisa jadi wangsa-wangsa selanjutnya tidak aka nada,


Saat ini, Candi Lor menjadi salah satu objek wisata di Nganjuk. Pengunjung bisa berwisata gratis. Sayang, karena masih pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, Candi Lor ditutup untuk pengunjung.

Editor : adi nugroho
#kabar nganjuk #sejarah #radar nganjuk