Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenal Jayastamba yang Menjadi Ikon Kabupaten Nganjuk (1-Bersambung)

adi nugroho • Senin, 26 Juli 2021 | 19:53 WIB
mengenal-jayastamba-yang-menjadi-ikon-kabupaten-nganjuk-1-bersambung
mengenal-jayastamba-yang-menjadi-ikon-kabupaten-nganjuk-1-bersambung

Prasasti Jayastamba akan menjadi pusat perhatian pengunjung di Kawasan Ekonomi Nganjuk (KEN), Jalan Ahmad Yani Nganjuk. Jayastamba akan berdiri perkasa tepat di perempatan Jalan A. Yani.


Jayastamba berasal dari bahasa Sansekerta. Jaya berarti kemenangan, kejayaan, dan tidak terkalahkan. Sedangkan, Stamba berarti tugu, pilar, atau tonggak.


"Jayastamba artinya tugu kemenangan," ujar Kasi Sejarah, Seni Tradisi, Museum, dan Kepurbakalaan Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan (Disparporabud) Kabupaten Nganjuk Amin Fuadi.


Prasasti Jayastamba ditemukan di Desa Candilor, Kecamatan Loceret. Karena itu Prasasti Jayastamba juga dikenal sebagai Prasasti Candilor.  Berdasarkan penelitian L.C Damais, angka tahun yang tertera di Prasasti Jayastamba adalah tanggal 12 Bulan Caitra tahun 859 Caka atau tanggal 10 April 937 M.


Prasasti Jayastamba ini yang akhirnya dijadikan patokan dalam penentuan Hari Jadi Kabupaten Nganjuk. Setiap 10 April diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Nganjuk.


Penetapan Hari Jadi Kabupaten Nganjuk ini tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Nganjuk No 495 Tahun 1993. "Jayastamba inilah asal usul Nganjuk," ujar Amin.


Karena itulah, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Kabupaten Nganjuk Agus Frihannedy, Jayastamba adalah ikon Kabupaten Nganjuk. Karena itu, Jayastamba akan dibangun dengan tinggi 9 meter di perempatan Jalan A. Yani. "Kami tidak mau menjiplak ikon daerah atau negara lain," tandasnya.

Editor : adi nugroho
#kabar nganjuk #radar nganjuk