Mars Pancasila atau lagu Garuda Pancasila rutin dikumandangkan di ruang publik tiap pukul 14.00, mulai 1 Juni lalu. Gerakan Kebangsaan yang tercetus di Kota Kediri ini tak lepas dari sejarah garuda. Simbol keperkasaan yang juga lambang Kerajaan Kediri.
Jejak garuda di Kota Kediri bisa dilihat dari sejumlah prasasti dan situs. Salah satunya di kompleks makam Mbah Wasil, di Kelurahan Setonogedong, Kota Kediri. Garuda muka atau wajah garuda tergambar jelas di asana atau tempat berdirinya arca.
Tiap sisi lapik arca yang terletak di depan pendapa itu dihiasi relief garuda muka. Total ada empat relief garuda di tempat itu.
“Selain di Mbah Wasil, relief garuda muka juga didapati di beberapa prasasti. Salah satunya prasasti Tangkilan, Pagu,” ujar Sigit Widiatmoko, sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya Kota Kediri.
Jika sekarang garuda menjadi lambang negara Indonesia, menurut Sigit, dahulu garuda juga menjadi lambang Kerajaan Kediri. Garuda muka banyak didapati di stempel kerajaan.
Penggunaan garuda sebagai lambang itu menurut Sigit tak lepas dari mitologi yang melekat pada burung kedewaan itu. Adalah kitab Mahabrata yang membeberkan tekad dan kegigihannya dalam membebaskan Winata, ibunya, dari perbudakan yang dilakukan oleh Kadru.
Untuk melepaskan ibunya, garuda atau garudeya diminta mengambil amerta atau air kehidupan. “Amerta itu mustahil didapatkan. Tetapi karena tekadnya membebaskan sang ibu, garuda mendapat amerta dengan syarat mau menjadi tunggangan Dewa Wisnu,” cerita pria yang juga dosen pendidikan sejarah di Universitas Nusantara PGRI itu.
Cerita garuda ini yang lantas membuat burung garuda jadi simbol keperkasaan. Sekaligus sang pembebas. Sosoknya lantas digunakan sebagai lambang sejak zaman kerajaan hingga sekarang.
Penggunaan garuda sebagai lambang negara Indonesia, tak lepas dari semangat yang sama untuk bisa lepas dari penjajah. “Secara nalar kita sulit menang dari penjajah karena dari segi teknologi pasukan saat itu sudah tertinggal,” urainya.
Dengan tekad dan kegigihan dalam berjuang, akhirnya Indonesia bisa meraih kemerdekaan. Semangat ini menurut Sigit yang harus terus dipupuk. Sehingga, kegigihan dan keperkasaan garuda yang sudah diakui lintas generasi itu tetap terjaga. (ut/fud)
Masukkan Kurikulum, Tularkan Semangat ke Generasi Muda
Gerakan kebangsaan dinilai sebagai terobosan tepat untuk menanamkan nasionalisme. Tetapi, upaya tersebut dinilai masih belum cukup. Pengamat sejarah Sigit Widiatmoko menilai perlu ada langkah lain agar semangat garuda bisa menular ke generasi muda.
Salah satunya, dengan mengenalkan garuda lewat kurikulum di sekolah. “Harus terus disosialisasikan. Cerita garuda ini tidak boleh berhenti sebagai sejarah. Harus terus dikenalkan,” ujar Sigit.
Dengan memasukkannya ke dalam kurikulum, siswa tidak hanya bisa belajar semangat gigih dan pantang menyerah dari garuda. Sekaligus bisa benar-benar mendalami nilai-nilai Pancasila.
Lima sila yang menjadi dasar negara, menurut Sigit merupakan satu kesatuan. Sehingga, harus dipahami secara utuh. “Pendidikan kita harus berdasarkan Pancasila. Itu bisa jadi mata pelajaran tambahan sebagai jati diri,” lanjutnya.
Gerakan kebangsaan yang digagas Wali Kota Abdullah Abu Bakar menurutnya jadi momentum. Terutama untuk menggagas upaya lain membumikan garuda di Kota Kediri.
Pria berambut cepak itu mengaku sudah mengusulkan hal tersebut ke pemkot lewat organisasi perangkat daerah (OPD). Tetapi, hingga tahun ini belum terealisasi. “Kalau masuk kurikulum, anak-anak akan memahami perjuangan bangsa. Ini luar biasa,” tuturnya sembari menyebut esensi Pancasila harus melekat di semua lembaga pendidikan di Kota Kediri.
Juni yang dikenal sebagai bulan Pancasila, menurut Sigit, merupakan saat yang tepat untuk mulai menyemai semangat kebangsaan. Bara yang sudah menyala ini menurut pria yang berprofesi sebagai dosen itu harus tetap dijaga. “Wajib terus dikenalkan agar diketahui semua generasi,” imbuhnya. (ut/fud)
Jejak Garudeya di Kediri:
- Relief garuda muka ditemukan di situs kompleks makam Mbah Wasil, Kelurahan Setono Gedong, Kota Kediri
- Relief garuda muka juga ditemukan di prasasti Tangkil, Pagu
- Garuda muka jadi lambang Kerajaan Kediri
- Keperkasaan garuda yang menjadi tunggangan Airlangga, titisan Dewa Wisnu digambarkan di replika arca di depan museum Airlangga.
Editor : adi nugroho