Suku Kalang atau Wong Kalang diperkirakan pernah tinggal di Desa Gejagan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. Salah satu buktinya adalah ditemukannya makam Suku Kalang di desa tersebut.
Suku Kalang adalah subsuku di masyarakat Jawa. Mereka ada sejak zaman kerajaan-kerajaan nusantara. Kalang sendiri berarti batas. Sehingga, Suku Kalang atau Wong Kalang adalah suku yang pergerakannya dibatasi masyarakat umum. Informasi adanya Suku Kalang tinggal di Desa Gejagan muncul dari masyarakat setempat. Setelah diteliti, akhirnya ditemukan makam yang diduga makam Suku Kalang. Karena makam itu menggunakan batu bata kuno dan posisinya miring. Ada juga batu andesit sebagai penanda. Yang menggunakan batu andesit adalah orang ternama atau kaya. “Makam Suku Kalang ini hanya berjarak sekitar 1,3 kilometer dari Candi Lor,” ujar Kasi Museum dan Kepurbakalaan Disparporabud Kabupaten Nganjuk Amin Fuadi.
Diduga Suku Kalang ini meninggal dunia saat membangun Candi Lor. Ini karena batu nisan yang ditemukan menggunakan batu bata yang ukuran dan bahannya sama dengan batu bata di Candi Lor. “Ada kemungkinan banyak yang meninggal dunia saat bekerja membuat Candi Lor,” ujar Amin.
Selain dari arah makam yang berbeda, hal lain yang menunjukan bahwa makam tersebut milik Suku Kalang adalah bekal kubur yang ditemukan. Bekal kubur ini menyesuaikan. Jika peralihan prasejarah mereka mengenal budaya biasanya berupa manik-manik atau batu alam. Setelah ditemukan unsur logam, peralatan atau pusaka dari unsur tersebut yang dijadikan bekal kubur.
Editor : adi nugroho