Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Temukan Makam Prajurit Pangeran Diponegoro

adi nugroho • Senin, 31 Mei 2021 | 18:38 WIB
temukan-makam-prajurit-pangeran-diponegoro
temukan-makam-prajurit-pangeran-diponegoro


NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Makam prajurit Pangeran Diponegoro ditemukan di  Dusun Watulanang, Desa Suru, Kecamatan Ngetos, kemarin. Makam tersebut bentuk berbeda dengan makam yang biasa. Gundukannya hampir berbentuk lingkaran. Dengan tumpukan batu bata kuno yang disusun rapi menutupi makam. “Ini kemungkinan makam prajurit Pangeran Diponegoro yang bisa membunuh ratusan tentara Belanda,” ujar Aries Trio Efendi, pemerhati sejarah Kota Angin.


Bahkan, Aries meyakini makam tersebut adalah makam Nyomoadipati. Nyomoadipati tersebut terlibat langsung bersama Pangeran Diponegoro dalam perang melawan Belanda. Yang mana berlangsung sekitar tahun 1830-an silam. Namun, lantaran gempuran tentara penjajah, perlawanan tersebut harus menggunakan taktik gerilya. Sehingga, menyebarlah para prajurit tersebut.


Nganjuk dipilih menjadi salah satu tempat yang dituju. Berdasarkan laporan perjalanan dinas tentara Belanda, ada sekitar 400-an prajurit Pangeran Diponegoro yang bergerilya di Kota Angin. Dari ratusan tersebut akhirnya dipecah lagi menjadi kelompok-kelompok kecil. “Salah satunya ke Ngetos ini,” imbuh Aries.


Nyomoadipati ini diceritakan memiliki kesaktian. Salah satunya adalah kebal terhadap senjata lawan. Baik itu senjata api maupun senjata tajam. Namun, ia diperkirakan meninggal sekitar tahun 1879 karena sakit.


Selain hebat dalam pertempuran, Nyomoadipati juga dikenal sebagai seorang pemuka agama. Hal ini juga diamini oleh salah seorang warga setempat yang sering mendapatkan cerita dari ayahnya tentang sosok tersebut. “Beliau juga dikenal dengan nama Mbah Hasan Asadali,” ungkap Abdul Hakim, 54, tokoh agama setempat.


Lebih jauh, Hakim mengatakan, keberadaan makam tersebut juga menjadi cikal bakal dari dusunnya tersebut. Oleh karena itu, tak heran jika makam tersebut masih terjaga keutuhannya hingga sekarang.

Editor : adi nugroho
#kabar nganjuk #radar nganjuk