Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Menelusuri Jejak Zaman Purba di Nganjuk (5)

adi nugroho • Jumat, 16 April 2021 | 19:05 WIB
menelusuri-jejak-zaman-purba-di-nganjuk-5
menelusuri-jejak-zaman-purba-di-nganjuk-5


Satu menhir lagi ditemukan di hutan Desa Bendoasri, Rejoso. Ukuranya memang relatif mungil. Namun pahatan di sisi menhir tersebut mampu menunjukkan perkembangan era manusia purba yang lebih maju.


Ekspedisi Bentang Kendeng Timur: Menelusuri Jejak Zaman Purba di Nganjuk kembali menemukan menhir dengan nilai sejarah yang sangat menarik. Pasalnya, pada salah satu sisi menhir tersebut terdapat pahatan manusia. Meski tidak seperti gambaran manusia yang proporsional.


Keunikannya tidak hanya selesai pada sosok manusia itu saja. Melainkan sosok manusia tersebut dapat diidentifikasikan sebagai seorang pria. Pasalnya, pada pahatan terlihat jelas bentuk kelamin kaum adam. Alat vital itu digambarkan sedikit runcing dengan arah ke bawah.


Kasi Sejarah, Seni Tradisi, Museum, dan Kepurbakalaan Disparporabud Nganjuk Amin Fuadi mengatakan penggambaran tersebut sudah tergolong maju. Pasalnya sudah dapat menunjukkan bagian tubuh manusia dengan cukup jelas. Mulai kepala, badan, tangan, kaki, hingga alat kelamin.


Ditanya terkait pahatan tersebut Amin menjelaskan, pria itu bisa dimungkinkan sebagai sosok yang memiliki pengaruh besar di masanya. Hanya saja, ia belum berani mengambil kesimpulan terkait siapakah sosok tersebut.


“Bisa jadi sosok ketua suku, kelompok, pemimpin, atau leluhur masyarakat yang hidup dalam masa tersebut,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.


Hanya saja, menurut Amin perwujudan sosok itu kemungkinan masih belum selesai penuh pengerjaannya alias unfinished. Terlebih jika melihat proporsi dari sosok pria yang digambarkan. Yakni, memiliki kepala yang cukup besar dan tangan yang menjuntai panjang.


Meski menunjukkan detail hingga alat kelamin, namun pahatan tersebut tidak disertai dengan perwujudan wajah. Tidak ada mata, hidung, mulut, maupun telinga pada bagian kepala sosok itu. “Diperkirakan dibuat dengan besi kuno,” terang ayah tiga anak tersebut.


Dengan berbagai indikasi itu, Amin menduga menhir dibuat pada masa megalitikum. Batuan yang dipakai berjenis andesit. Ketebalannya mencapai 28 sentimeter (cm) dengan lebar 28 cm. Untuk tinggi menhir itu mencapai 97 cm dari permukaan tanah.


Untuk diketahui, menhir ini memiliki berbagai versi nama. Antara lain menhir orang, menhir manusia, dan menhir manusia lidi. Berbagai versi nama itu ada lantaran tidak ada penyebutan yang pasti bagi menhir tersebut secara turun-temurun.

Editor : adi nugroho
#kabar nganjuk #sejarah #radar nganjuk